LAMONGAN, Radar Lamongan - Panen raya hingga awal bulan ini sudah mencapai 90 persen. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Moch. Wahyudi menjelaskan, untuk panen sudah hampir selesai dan hanya tersisa sedikit. Kemungkinan satu minggu lagi sudah selesai, dengan total panen mencapai 425 ribu ton lebih.
Menurut dia, produktifitas panen musim ini cukup baik antara 7,3 ton - 7,4 ton per hektare. Produktifitas ini masih berpotensi naik musim depan, karena intensitas hujan musim tanam kedua biasanya sedikit berkurang.
‘’Kalau musim tanam pertama intensitas hujan cukup tinggi, akibatnya hasil panen kadar airnya juga tinggi,” ujarnya.
Wahyudi mengatakan, meski kadar air cukup tinggi, tapi harga beli untuk gabah kering panen (GKP) masih tinggi antara Rp 5.100 - Rp 5.600 per kilogram (kg). Harga gabah ini dipengaruhi oleh kualitas, sehingga harga menyesuaikan.
Dia menuturkan, waktu tanam dan panen musim pertama tidak bersamaan. Karena intensitas hujan yang tinggi, membuat petani harus mundur waktu tanam. Bahkan ada yang terkena banjir sehingga tanam lagi.
Berdasarkan pengamatannya, panen raya ini menyebabkan harga beras juga turun. Untuk beras medium yang biasanya dijual Rp 14 ribu per kg, sekarang menjadi Rp 12.500 ribu - Rp 13 ribu per kg.
‘’Kalau stok pangan melimpah, karena petani banyak yang menyimpan hasil panennya untuk kebutuhan makan,” terangnya. (rka/ind)
Editor : Hakam Alghivari