Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Harga Bumbu Dapur di Momen Lebaran Masih Melejit, Cabai Keriting Tembus Rp 42 Ribu

Hakam Alghivari • Rabu, 17 April 2024 | 19:30 WIB
BUMBU DAPUR: Harga bumbu dapur di pasaran masih di kisaran Rp 40 ribu per kilogram.
BUMBU DAPUR: Harga bumbu dapur di pasaran masih di kisaran Rp 40 ribu per kilogram.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Harga bumbu dapur di momen lebaran masih melejit. Karena permintaan cukup tinggi, namun tak diimbangi ketersediaan barang. Karena belum memasuki musim panen.

‘’Rerata (bumbu dapur) naik,” kata Erna Fitrianti pedagang Pasar Wisata (Parwis) Bojonegoro.

Dia menjelaskan, sejak mendekati Lebaran, harga cabai rawit Rp 32 ribu per kilogram. Disusul cabai merah keriting menjadi Rp 42 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram, cabai hijau kecil atau lalap Rp 17 ribu per kilogram, dan tomat melejit naik Rp 30 ribu per kilogram.

Selain itu, bawang merah naik dari Rp 38 ribu per kilogram menjadi Rp 45 ribu per kilogram dan bawang putih dari Rp 36 ribu per kilogram menjadi Rp 39 ribu per kilgram. ‘’Untuk bawang purih ini yang super,” jelas Erna sapaan akrabnya.

Dai memprediksi, harga stabil naik bahkan, setelah Idul Fitri. Namun, tren turun paska lebaran ketupat atau H+7. Yuni pedagang Pasar Kota berpendapat hal sama. Harga rerata bumbu dapur mengalami kenaikan. baik cabai merang keriting, bawang merah dan putih, sampai tomat. ‘’Tomat masih mahal. Rp 30 ribu per kilogram. Dari sebelumnya Rp 25 per kilogram kemudian Rp 27 per kilogram,” tambahnya.

Eka Nugraha petani asal Desa Clebung, Kecamatan Bubulan mengatakan, daerahnya memasuki masa panen cabai merah besar. Harganya fluktuatif naik turun. Dari Rp 33 ribu per kilogram, turun sampai Rp 18 ribu per kilogram, dan naik lagi menjadi Rp 42 per kilogram. ‘’Rerata pemuda di sini menanam cabai merah besar. Hasil panen diambil tengkulak,” jelasnya.

Dia memprediksi, dalam beberapa waktu ke depan harga cabai merah besar mengalami penurunan. Jika, daerah lain telah memasuki masa panen. Untuk waktu tanam, kata dia, hanya sekali dalam setahun. Yakni sekitar Oktober hingga Januari. Namun, panennya bisa berkali-kali. Biasanya sampai 27 kali panen. ‘’Karena panennya tiga hari sekali,” punkasnya. (yna/msu)

 

Editor : Hakam Alghivari
#bumbu dapur #Bubulan #Cabai #harga stabil #harga bumbu #pasar kota #Lebaran #cabai keriting #pasar wisata #bojonegoro #idul fitri