RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Deretan pohon tabebuya yang ditanam di sejumlah titik kawasan perkotaan Bojonegoro tengah bermekaran indah sepekan terakhir. Pemandangan ini bisa ditemui di sepanjang Jalan Mastrip, Panglima Sudirman, hingga Diponegoro, Senin (8/9).
Meski demikian, tidak semua pohon tumbuh dengan baik. Sejumlah tabebuya ada yang mati atau rusak, sehingga perlu dilakukan penanaman ulang. Namun, pohon pengganti tidak selalu menggunakan tabebuya, melainkan diganti dengan jenis lain yang dinilai lebih bermanfaat bagi lingkungan.
Kepala Bidang (Kabid) Persampahan dan Ruang Terbuka Hijau DLH Bojonegoro Sholeh Fatoni mengatakan, terus melakukan penggantian terhadap pohon yang tidak tumbuh. “Masih ada pohon pengganti, pule,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, penggantian dengan pohon tabebuya kini jarang dilakukan karena pohon tersebut relatif kecil dalam menghasilkan oksigen. “Karena secara penyediaan oksigen relatif kecil, kita jarang mengganti dengan tabebuya,” beber Sholeh.
Adapun jumlah pasti pohon tabebuya yang mati dan tidak tumbuh belum dihitung secara rinci. Namun, berdasarkan data dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro, total terdapat 3.971 pohon tabebuya dan pule yang tersebar di wilayah Kota Bojonegoro. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana