Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Radar History: Kembali ke Persibo Era 2005, Ketika Laskar Angling Dharma Tembus 6 Besar Divisi Satu Liga Indonesia

M. Irvan Romadhon • Senin, 11 Agustus 2025 | 03:33 WIB
CATATAN SEJARAH: Pemain Persibo 2005 Iswandi Dai dan Reggie Radietyo berhasil mengantarkan tim kebanggan warga Bojonegoro masuk divisi utama Liga Indonesia 2005. (Dok. Radar Bojonegoro)
CATATAN SEJARAH: Pemain Persibo 2005 Iswandi Dai dan Reggie Radietyo berhasil mengantarkan tim kebanggan warga Bojonegoro masuk divisi utama Liga Indonesia 2005. (Dok. Radar Bojonegoro)

 

Persibo, klub kebanggan masyarakat Bojonegoro memiliki sejarah panjang. Pada 2005, berhasil masuk babak 6 besar divisi 1 Liga Indonesia 2005, yang saat ini setara Liga 2. Saat itu, diperkuat Iswandi Dai, Rebi Cahyadi, Ibnu Abbas, Reggi Radityo, hingga Aris Tuansyah.


Tim berjuluk Laskar Angling Dharma itu pada 2005 berstatus tim promosi. Atau baru naik kasta dari divisi 2, sekarang setara liga 3.

Pencapaian luar biasa anak asuh Sanusi Rahman, pelatih Persibo saat itu tentu menjadi salah satu momen tak terlupakan bagi masyarakat Kota Ledre. Terutama suporter setia klub bejuluk Laskar Angling Dharma tersebut. Walau harus gagal di babak 6 besar dan tak promosi ke Divisi Utama (kasta tertinggi sepak bola Indonesia kala itu).

Spirit dan kekompakan para pemain juga dukungan luar biasa dari suporter Boromania hingga pemkab Bojonegoro saat itu, mengantarkan tim juga memiliki julukan Naga Bergola berhasil mencapai babak 6 besar Divisi 1.

Bambang Pramudji yang kala itu menjadi pemain sekaligus asisten pelatih Persibo, masih ingat betul perjuangan para pemain dan jajaran pelatih dalam setiap pertandingan. Juga dukungan tak henti dari Boro Mania.

‘’Persibo diperkuat Iswandi Dai, Rebi Cahyadi, Ibnu Abbas, Reggi Radityo, hingga Aris Tuansyah,” jelasnya.

Menurut pria akrab disapa Bepe itu, Persibo memiliki karakter bermain pendek dari kaki ke kaki dan mengandalkan kecepatan pemain depan. Juga diperkuat empat pemain asal Liberia yaitu Nyema Collins Sie, Amos Marah Kicmett, Roshidi Kaie, dan Julius Je Kwateh.

Baca Juga: Mengenal Kembali Jalan Karir Aries Tuansyah: Kenyang Pengalaman, Dua Kali Bawa Persibo Promosi

Suporter sangat luar biasa mendukung tim Persibo. Terdiri dari semua elemen masyarakat termasuk PNS pada waktu itu.

Namun, pada pertandingan babak enam besar di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Persibo justru tampil di bawah performa. Sehingga hanya mampu finis di peringkat ketiga Grup C. Dari dua laga dijalani tak mampu meraih kemenangan.

Sehingga PSIM dan Persiter yang beradai di peringkat pertama dan kedua yang lolos ke babak selanjutnya. Tentu hasil tersebut membuat gagal melaju ke babak selanjutnya dan ambisi naik ke divisi utama tak tercapai.

Usai kegagalan di babak enam besar tersebut asisten manajer bidang teknis Persibo Imam Sarjono mengatakan, evaluasi dilakukan menyusul hasil buruk di Bandung. Termasuk para pemain bakal dipertahankan untuk kompetisi musim depan.

‘’Kami evaluasi bersama. Termasuk pemain yang layak dipertahankan,” ungkapnya kala itu. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#laskar angling dharma #persibo bojonegoro #persibo #Bambang Pramudji #Divisi 1 #sejarah #bojonegoro #liga indonesia #aries tuansyah