Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

DKPP Bojonegoro: Ada Potensi Kemarau Basah Tahun Ini, Petani Tembakau Harus Waspada

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 22 April 2025 | 19:09 WIB
PANEN RAYA: Petani di Kecamatan Temayang sedang memanen tembakau pada awal Oktober lalu. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
PANEN RAYA: Petani di Kecamatan Temayang sedang memanen tembakau pada awal Oktober lalu. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Memasuki musim kemarau membuat para petani di Bojonegoro menyemai bibit tembakau, diperkirakan mulai tanam pada Mei mendatang. Namun, perlu waspada potensi kemarau basah pada tahun ini.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan DKPP Bojonegoro Imam Nurhamid mengatakan, sebagian petani mulai menyemai bibit tembakau untuk ditanam pada bulan depan. Meski tak bersamaan, namun rerata mulai menaman tembakau pada Juni.

‘’Karena sebagian kecamatan masih menunggu panen padi,” katanya

Dia menjelaskan, meski keputusan tanam ini bergantung petani, namun sebelum dilakukan pendataan pada Agustus mendatang, diprediksi tanam tembakau tahun ini kembali meningkat. Sebab, harga yang cukup tinggi ini menarik petani untuk menanam tembakau. ‘’Apalagi harga tembakau sedang naik mulai dua tahun kemarin,” jelasnya.

Berdasarkan data DKPP Bojonegoro, pada tahun lalu (2024), luasan tanam tembakau melampau target, yakni dari target luasan tanam tembakau 12 ribu hektare, mengalami kenaikan menjadi 15 ribu hektare.

Ahli klimatologi Universitas Bojonegoro Heri Mulyanti menyebut, musim kemarau tahun ini akan berlangsung pendek. Meski diperkirakan terjadi kemarau basah.

Namun, perubahan iklim sulit ditentukan, dan prediksi musimnya juga jadi lebih sulit. ‘’Ada kemungkinan kemarau di tahun ini lebih pendek karena masih disertai hujan,” terangnya.

Heri melanjutkan, fenomena El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD), membuat potensi hujan pada April masih ada. Ia mengimbau, para petani tembakau  perlu waspada saat musim kemarau berlangsung pendek. 

‘’Nah jika saat kemarau masih beberapa kali turun hujan, yang harus dipersiapkan bagaimana menjaga tanamannya agar tumbuh maksimal,”imbaunya. (dan/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Kemarau Basah #dkpp #universitas bojonegoro #Petani #Bibit Tembakau #indian ocean dipole #Hujan #Musim Kemarau #el nino #panen padi #bojonegoro #Kemarau #DKPP Bojonegoro #klimatologi