BLORA, Radar Bojonegoro - Menjelang gebyar peringatan Seabad Pramoedya Ananta Toer yang akan diselenggarakan 6-8 Februari mendatang, Pemuda Pancasila (PP) Blora malah menolak keras rencana penamaan jalan Pramoedya Ananta Toer. Diketahui, alasan utamanya ialah Pram dicap sebagai tokoh radikal kiri semasa hidupnya. Netizen Blora pun geram dengan surat tersebut.
Salah satu netizen berdomisili Blora, Eko Santoso pun heran dan geram. Terlebih, sosok Pram merupakan tokoh yang sangat inspiratif bagi bangsa indonesia. ‘’Kan aneh kalau ditolak. Pram itu putra daerah, putra bangsa. Karya Pram itu abadi. Apalagi, Pram sendiri pernah menerima berbagai macam penghargaan internasional. Bahkan, Pram masuk nominasi nobel beberapa kali,’’ ujarnya.
Komentar dari akun Whatsapp lainnya juga mempertanyakan apa maksud dari surat tersebut. ‘’Kok bisa seorang Pram dicap sebagai tokoh radikal kiri? apa gak pernah belajar sejarah?,’’ ujar salah satu netizen di grup Whatsapp warga Blora, Candra.
Diketahui, beredar selembar surat edaran dari MPC PP Blora pada Selasa malam (4/2) di grup WhatsApp warga Blora. Tertulis dengan jelas, bahwa ormas yang identik dengan loreng oren itu menolak keras penamaan nama Pram pada sebuah jalan di Kabupaten Blora yang akan diselenggarakan.
‘’Kami ormas PP Blora yang berideologi Pancasila dan UUD 45 menolak adanya rencana penamaan Jalan di Wilayah Kabupaten Blora dengan Nama Tokoh Radikal Kiri,’’ tulis Ketua MPC PP Blora, Munaji. (hul/bgs)
Editor : Hakam Alghivari