BLORA, Radar Bojonegoro – Para peternak sapi di Blora resah dengan merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hingga saat ini setidaknya ada 661 sapi di Blora yang terjangkit virus tersebut. Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) mengimbau warga agar tidak panik. Sebab, daging sapi yang terinfeksi PMK masih bisa diolah untuk dikonsumsi.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan DP4 Blora Rasmiyana mengatakan, daging sapi PMK masih bisa dikonsumsi. Namun, perlu menggunakan cara masak yang lebih khusus.
‘’Ada langkah-langkah untuk mengolah daging tersebut. Sapi yang terpaksa dipotong karena tidak bisa disembuhkan, itu bisa dipotong. Bisa dimasak dengan suhu yang benar. Bagian yang terpapar seperti di kepala, teracak dan organ dalam itu harus direbus dengan air mendidih,’’ jelasnya.
Menurutnya, sifat penyakit PMK tidak zonosis atau menular ke manusia. ‘’Selagi ngolahnya benar dan sesuai, itu aman. Perlu diketahui juga, tingkat gizi dan proteinnya juga tidak berubah,’’ ucapnya.
Saat ini angka kasus PMK pada hewan ternak di Blora belum ada penurunan. Namun, cenderung melandai. ‘’Terdapat peningkatan namun tidak signifikan,’’ tuturnya.
‘’Kematian ternak sapi 46 ekor, dan ternak yang sembuh ada 460 ekor. Untuk data ini kami dapat selama periode 1 November sampai 13 Desember,’’ tambahnya.
Salah satu pembeli daging sapi di Pasar Sido Makmur, Martingah mengaku was-was dengan adanya wabah PMK yang terjadi pada hewan ternak sapi.
Namun, ia tak takut selagi mengolah daging dengan benar itu kemungkinan besar virus yang ada di daging bisa mati. ‘’Membeli daging di pasar itu sudah langganan. Rasa was-was sih ada. Asal mengolahnya benar dan tanek kalau istilah Jawa itu insyaallah virusnya mati dan aman dikonsumsi untuk tubuh,’’ ucapnya. (hul/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana