BLORA, Radar Bojonegoro – Volume air Bendungan Tempuran yang berlokasi di Desa Tempuran Kecamatan Blora Kota menyusut. Air di bendungan itu juga tidak lagi digunakan sebagaki air baku PDAM. Menipisnya air di bendungan itu dimanfaatkan warga untuk mancing ikan.
Pegawai Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Pemantau Bendungan Tempuran Puji Setiyono mengatakan, kondisi bendungan saat ini memang memprihatinkan. Sebab, sebagian area waduk telah mengering. Namun, di sisi lain menjadi berkah bagi warga setempat yang hobi mancing. Di sisi lain para petani saat ini masih kesulitan mendapatkan aliran air untuk lahan mereka.
‘’Tinggi air hanya 0.94 meter. Bahkan tidak ada satu meter. Kalau pas normal tingginya sampai 7,9 meter dengan volume 120.700 meter kubik,’’ tuturnya.
Pria yang akrab disapa Puji itu mengungkapkan, air yang tersisa hanya untuk perawatan tubuh bendung. Sebab, tidak mencukupi untuk kebutuhan pertanian.
‘’Sementara ini belum ada aliran lagi ke petani. Air bendungan juga sudah tidak dipakai air baku PDAM pas nyusut begini. Benar-benar kritis walaupun sering hujan beberapa kali,’’ ujarnya.
Menurutnya, jika ada nelayan ikan, pihaknya mempersilahkan untuk memancing. Sebab, volume air surut dan tidak berbahaya bila mencari ikan secara langsung.
‘’Saat kondisi begini memang cocok untuk mancing. Kami persilahkan. Ada yang memakai jaring juga,’’ ucapnya. (hul/zim)
Editor : Hakam Alghivari