BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Onkologi belum rampung, dan dilanjutkan tahun ini. Berlokasi di bekas gedung perkantoran The Residence, Desa Talok, Kecamatan Kalitidu. RS khusus kanker tersebut menelan anggaran 18,8 miliar pada tahap dua ini.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Ani Pujiningrum, dinas saat ini telah mempersiapkan syarat-syarat untuk rehabilitas sebagai RS Onkologi, baik dari bangunan hingga sumber daya manusia (SDM). ‘’Untuk pendirian RS (onkologi) itu ada izin pendirian dan izin operasional,” ungkapnya.
Ani menambahkan, saat ini proses pembangunan dilakukan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya. Sementara, Dinkes telah proses pemenuhan syarat pendirian, sebagai RS Onkologi.
‘’Saat ini kita berproses pada izin pendirian,” imbuhnya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Bojonegoro Zamroni membenarkan pembangunan RS Onkologi, yang telah memasuki tahap dua tahun ini.
‘’Benar, dilanjutkan tahun ini,” ungkapnya Selasa (17/9).
Berdasarkan data di laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Bojonegoro, pembangunan RS Khusus Onkologi Desa Talok Kecamatan Kalitidu Tahap dua, telah selesai proses lelang dari 43 peserta, dengan pemenang PT Hariz Tiga Putra, dari Kabupaten Banyuwangi.
Nilai kontrak mencapai Rp 18,8 miliar dari pagu Rp 19 miliar bersumber APBD 2024.
Sebelumnya, pembangunan RS Onkologi pada tahap pertama menelan anggaran Rp 14,6 miliar dengan total pagu Rp 15,7 miliar dari APBD 2023. Dikerjakan oleh PT Suramadu Nusantara Enjiniring asal Kota Surabaya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana