BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dinginnya malam hari salah satu tanda memasuki musim kemarau di Bojonegoro. Selain itu, suplai air bersih ke warga juga mulai dilakukan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur telah mengumumkan 13 kabupaten yang dalam posisi siaga kekeringan, termasuk Bojonegoro.
Hingga Sabtu (12/7) suplai air bersih masih dilakukan ke warga oleh BPBD salah satunya di Kecamatan Kepohbaru. ‘’Pendistrubusian air bersih, hari ini kami ke Desa Nglumber (Kecamatan Kepohbaru) lagi,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Laela Noer Aeny Sabtu (12/7).
Menurutnya, sejauh ini data potensi kekeringan di Bojonegoro masih belum bertambah, yakni sekitar 102 desa di 21 Kecamatan yang berpotensi kekeringan, data tersebut berasal dari laporan dari masing-masing desa, sebelum musim kemarau. ‘’Untuk tambahan belum ada,” terangnya.
Pihaknya membenarkan bahwa Bojonegoro telah ditetapkan dalam status siaga kekeringan, dan masuk 13 kabupaten/kota yang ditetapkan oleh BPBD Jatim.
Namun, kekeringan pada 2024 ini diperkirakan 2023 lalu. ‘’Sebab prediksinya lebih pendek dari kemarau tahun lalu,’’ jelasnya.
Sementara itu, untuk mengantisipasi kekeringan pada lahan pertanian, Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (DPU SDA) berencana menormalisasi 19 embung dan menambah 5 embung baru. Dari total 24 embung yang akan dibangun dan normalisasi itu, sebagian telah selesai proses pengerjaan.
“Sehingga ada 16 Embung yang akan diproses untuk normalisasi tahun ini,” ujar Kepala Bidang Air Baku Irigasi DPU SDA Bojonegoro Bungku Susilowati.
Berdasarkan data DPU SDA, Bojonegoro telah memiliki 530 embung tersebar di 28 Kecamatan. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana