BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kabar duka kembali datang dari Tanah Suci setelah rangkaian ibadah puncak haji. Terbaru, dua jemaah atas nama Nunung Purwaningsih Kamsi, dan Padi Satimin Ono meninggal di Tanah Suci.
Dua jemaah haji Bojonegoro meninggal dunia setelah menjalankan rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna).
Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdulloh Hafidz mengatakan, Almarhumah Nunung Purwaningsih Kamsi kloter 1 gelombang 1 dari Kecamatan Kapas, Bojonegoro.
Jemaah 54 tahun itu memiliki riwayat penyakit asma tanpa minum obat sejak satu tahun lalu.
‘’Almarhumah termasuk 30 jemaah dalam pengawasan, kategori resiko tinggi (risti) penyakit kronis stabil,’’ paparnya.
Dia melanjutkan, Padi Satimin Ono berasal dari Desa Katur, Kecamatan Gayam meninggal dunia dengan keluhan lemas. Jemaah 81 tahun tersebut sejak dua minggu nafsu makan menurun dan mual di Makkah.
‘’Almarhum melakukan tawaf ifadah pada pukul 00.18 WAS. Sebelum berangkat dipasang plug. Kemudian, setelah melakukan sai terakhir pukul 03.35, jemaah lemas dan meninggal dunia,’’ jelasnya.
Lima jemaah haji Bojonegoro meninggal di Tanah Suci meliputi, Sutarso Tasripin Kamsi, Pasikin Sarbidin Sodimedjo, Sri Hartini Broto Adi Sastro, Nunung Purwaningsih Kamsi, dan Padi Satimin Ono (ewi/msu)
Editor : Hakam Alghivari