BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Para jemaah haji mendapat kartu pintar (smart card) dari Pemerintah Arab Saudi tahun ini. Tidak terkecuali, para jemaah haji dari Bojonegoro.
Smart card ini digunakan untuk memasuki Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Proses pembagian smart card untuk jemaah haji masih berlangsung hingga Rabu (29/5). Sebagian para jemaah Bojonegoro sudah mendapatkan dan beberapa jemaah masih menunggu giliran.
Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro Abdulloh Hafidz mengatakan, semua jemaah haji akan mendapatkan smart card untuk dipergunakan memasuki Armuzna.
Pembagian smart card sudah dimulai saat ini, hanya saja masih ada yang belum mendapatkan. Pembagian akan terus dilakukan hingga maksimal sebelum keberangkatan ke Armuzna. Yakni, pada 8 Dzulhijjah atau 15 Juni 2024.
‘’Untuk yang belum, akan diusahakan agar mendapatkan smart card,’’ ujarnya.
Dia melanjutkan, apabila nantinya sampai ada jemaah haji yang tidak mendapatkan smart card. Tetap akan bisa berangkat ke Armuzna dengan identitas gelang dan kartu merah putih dari Indonesia. Serta, gelang dan kartu maktab. Identitas-identitas yang telah dimiliki para jemaah tersebut dapat digunakan sebagai kartu identitas untuk menggantikan smart card.
‘’Jemaah haji yang sudah mendapatkan visa, sudah termasuk yang bisa memasuki Armuzna,’’ bebernya.
Hafidz mengimbau para jemaah haji apabila nantinya ada yang tidak mendapatkan smart card agar tidak khawatir atau resah. ‘’Begitupun apabila ada jemaah yang kehilangan smart card, bisa diganti dengan kartu identitas. Terpenting, ada laporan kehilangan ke ketua kloter yang nantinya akan dilaporkan kepada sektornya,’’ pungkasnya. (ewi/msu)
Editor : Hakam Alghivari