RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Masyarakat memberikan apresiasi persebaran pos pemadam kebakaran dan penyelamatan (damkarmat) merata di berbagai wilayah di Kabupaten Bojonegoro.
Sebaran pos-pos tersebut yakni, Pos Damkar Kota, Pos Damkar Baureno, Pos Damkar Temayang, dan Pos Damkar Padangan. Selain itu, Pos Damkar Kedungadem, Pos Damkar Sekar, Pos Damkar Ngambon, serta Pos Damkar Ngraho.
Persebaran pos damkar yang merata di delapan kecamatan ini mempermudah memberikan pelayanan kepada masyarakat ketika melaporkan secara langsung bila ada kejadian kebakaran.
Selain itu, banyaknya pos tersebut juga membantu para personel untuk melakukan tugasnya dengan lebih cepat sampai di lokasi kejadian.
Ana, 39, salah satu warga yang tinggal Kecamatan Temayang mengatakan, hadirnya Pos Damkar di wilayah Kecamatan Temayang sangat membantu pelayanan untuk masyarakat. Sebab, wilayah Temayang masih didominasi wilayah hutan. Tentu rentan berpotensi terjadi kebakaran hutan (karhutla) saat musim kemarau.
Dengan adanya Pos Damkar di Kecamatan Temayang mempermudah masyarakat untuk melaporkan kejadian dan akan terenspons dengan cepat. Selain itu, tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapat pertolongan apabila diperlukan. Terlebih, damkar selalu siap 24 jam.
"Kalau harus nunggu damkar yang dari Pos Kota, tentu membutuhkan waktu lebih lama. Adanya pos di Temayang ini masyarakat yang membutuhkan bisa mendapatkan penanganan dengan cepat dan sigap," ujarnya.
Selain delapan pos damkar yang sudah beroperasi, masih ada dua pos damkar baru yang telah selesai dibangun. Meski belum dilakukan proses penyerahan, ke depan akan memperkuat pos lainnya. Diantaranya, Pos Damkar Ngasem dan Pos Damkar Sumberrejo.
Salah satu masyarakat di Kecamatan Ngasem, Siti, 32, menyambut baik dengan dibangunnya Pos Damkar di Kecamatan Ngasem. Masyarakat akan merasa lebih tenang karena dekat dengan pusat penyelamatan.
"Senang karena damkar bisa dikatakan sebagai penolong dan penyelamat masyarakat yang terkena musibah. Dengan dibangunnya Pos Damkar di Kecamatan Ngasem akan mempermudah masyarakat untuk pengaduan secara langsung. Mengingat, masih ada masyarakat yang belum bisa menggunakan handphone," ujar ibu tersebut. (ewi/cho)
Editor : Hakam Alghivari