Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Siti Arfiana Latifah, Konten Kreator Kuliner Bojonegoro Kini Fokus Mengulas Kuliner

Hakam Alghivari • Senin, 12 Februari 2024 | 19:55 WIB
KREATOR: Sepak terjang konten kreator di Bojonegoro bergeliat. Salah satunya Ifaichy yang konsisten ngonten sejak 2016. (IST/RDR.BJN)
KREATOR: Sepak terjang konten kreator di Bojonegoro bergeliat. Salah satunya Ifaichy yang konsisten ngonten sejak 2016. (IST/RDR.BJN)

Beragam konten telah dicoba Siti Arfiana Latifah sejak 2016. Konten daily activity atau aktivitas sehari-hari hingga kecantikan telah dicoba. Namun, akhirnya merasa lebih cocok ngonten bidang kuliner.


YANA DWI KURNIYA WATI, Bojonegoro

 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Rintik hujan menemani secangkir kopi dan gorengan di salah satu kafe turut Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Bojonegoro Kota. Duduk bersebelahan perempuan dan laki-laki pegiat media sosial (medsos) atau konten kreator TikTok dan Instagram. Khususnya, konten kuliner dari makanan hingga minuman.

Yakni, Siti Arfiana Latifah atau biasa disebut Ifaichy sebagai nama panggung. Dan, Bang Ave sapaan akrab kameramennya. Berbincang santai dengan tim Jawa Pos Radar Bojonegoro, mereka mulai menceritakan usahanya menjadi konten kreator dari Bojonegoro.

Tidak hanya untuk profit, dua pemuda itu juga ingin membantu usaha mikro kecil menengah (UMKM). ’’Awalnya berangkat dari hobi bermedsos. Akhirnya, buat konten di 2016,” ungkap perempuan kerap disapa Ifa.

Dia menceritakan, untuk menemukan konten yang pas seperti saat ini yakni, kuliner membutuhkan waktu. Sebab, berbagai bidang telah ia coba sebelumnya. Dari menyanyi, beauty atau kecantikan, hingga konten komedi.

Namun, menurutnya dari banyak konten belum mendapatkan feel atau rasa tepat dan viewers atau penonton yang banyak. Hingga dia belajar dari konten luar negeri dan menemukan kecocokan di bidang daily activity atau kegiatan sehari-hari.

’’Akhirnya, mencoba di bidang kuliner dan kebetulan aku suka jajan. Ternyata pas dan lebih dinikmati di konten ini. Kebetulan di Bojonegoro juga masih jarang,” jelas perempuan asal Kecamatan Bojonegoro Kota tersebut.

Dia melanjutkan, dalam proses editing atau penyuntingan, ia lakukan secara mandiri dengan penuh ketelitian atau hati-hati. Dalam prosesnya pun telah mengalami perkembangan. Dulu membutuhkan waktu sekitar sehari atau empat hingga lima jam.

Kini menjadi satu sampai dua jam untuk membuat video jadi lebih apik. ’’Detailnya sangat kami perhatikan,” ungkapnya. Dalam membuat konten, lanjut dia, harus terus dan selalu kreatif memunculkan ide baru. Memiliki ciri khas tersendiri.

 

 

Serta, menyesuaikan minat pemirsa atau penonton. Menurut alumni mahasiswi Universitas Bojonegoro (Unigoro) tersebut menjadi konten kreator tidak selalu berorientasi pada profit. Banyak dari kontennya dilakukan tanpa berbayar.

’’Jadi, banyak juga konten tanpa berbayar. Karena memang suka ingin ngontenin. Alhamdulillah juga sekarang sudah ada rate card,” terangnya. Dia menjelaskan, karena ingin membantu UMKM, tarif dipasangnya sesuai kebutuhan dan skala usaha.

Serta, jarak dan fasilitas dalam pengambilan gambarnya. Jika, tidak membutuhkan alat lengkap seperti kamera dan tripod, maka harga juga disesuaikan. ’’Untuk konten biasanya aku lakukan sendiri. Kadang juga ambil buka freelance (pekerjaan paruh waktu),” bebernya.

Ifa masih terus bertumbuh sebagai konten kreator. Kreativitasnya di bidang perkontenan bakal senantiasa terasah. Saat ini, Ifa di TikTok memiliki 43,1 ribu pengikut, Instagram ada 5.557 pengikut, dan YouTube ada 2.230 pelanggan. (*/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#konten kreator #kuliner #bojonegoro #inspirasi