LAMONGAN, Radar Lamongan - Proyek jalur lingkar utara (JLU) terus dikebut. Pengurukan mulai Desa Plosowahyu – Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan rampung. Kini, pihak pelaksana proyek proses pemadatan tanah dengan alat berat.
‘’Pengerjaan pemadatan sudah dilaksanakan dua hari,’’ tutur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wilayah perwakilan Tuban - Babat - Lamongan - Gresik, Yudi kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Senin (29/1).
Yudi mengatakan, pekerja telah memasang prefabricated vertical drain (PVD) dengan panjang 18 meter. Tujuannya untuk memadatkan lapisan tanah lunak. Sehingga, tanah dasar tersebut dapat memenuhi syarat sebagai landasan kontruksi.
Nantinya air di dalam tanah akan dikeluarkan, dengan tujuan tanah menjadi lebih stabil. Sebab, JLU ini ke depan akan dilintasi banyak kendaraan bertonase besar. Untuk itu, konstruksi penahannya harus kuat.
‘’Sehingga nantinya untuk mempercepat, karena tanah di lokasi merupakan tanah lunak,’’ terangnya.
Yudi memperkirakan, pemadatan tanah ini memakan waktu maksimal dua bulan, yang tergantung kondisi cuaca di lapangan. ‘’Setelah ini selesai, akan melanjutkan pengerjaan lapisan pondasi agregat atau CTB (cement-treated based) kelas A,’’ imbuhnya.
Menurut dia, pekerja di lapangan akan memastikan jika tanah bagian bawah sudah benar-benar padat. Setelah itu, baru bisa dilaksanakan pengaspalan jalan. Seperti diketahui, proyek JLU ini terbagi dua sesi. Titik lainnya berada di Kecamatan Deket.
‘’Untuk wilayah Deket sendiri, kemungkinan besar awal bulan depan sudah dilakukan pengerjaan,’’ ucap Yudi. (mal/ind)
Editor : Hakam Alghivari