LAMONGAN, Radar Lamongan - Momen libur Natal dan tahun baru (Nataru) berpotensi terjadi lonjakan kunjungan di tempat wisata. Untuk itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan diminta lebih responsif mempersiapkan wisata.
‘’Misalnya soal kamar kecil, tempat parkir, tempat sampah, harus ditata yang baik dan rapi, agar wisatawan berkunjung di sana merasa nyaman,’’ tutur Sekretaris Komisi D DPRD Lamongan, Matlubur Rifa’ kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (25/12).
Rifa’, sapaan akrabnya mengatakan, dulu pernah ada komplain saat hearing. Di salah satu wisata menerapkan karcis include dengan tarif parkir. Sehingga, tarif masuk wisata jadi membengkak hingga menimbulkan komplain.
Politifi F-PAN ini meminta penataan di seluruh wista. Terutama menjelaskan kepada pengunjung agar tidak terjadi salah paham. ‘’Jangan sampai Disparbud atau penyedia wisata ini anti kritik, usahakan untuk memperbaiki diri, untuk kenyamanan pengunjung,’’ ucap Rifa’.
Senada, Ketua Komisi D DPRD Lamongan, Abdul Somad mengingatkan kepada Disparbud Lamongan untuk mengantisipasi membludaknya wisatawan. ‘’Karena ini bisa menambah baik PAD maupun menghidupkan sektor UMKM, warung kopi juga akan ramai, jualan suvenir akan ramai, dan saya yakin ini bisa membawa penambahan perputaran keuangan untuk wilayah Kabupaten Lamongan,’’ ujarnya.
Kepala Disparbud Lamongan, Siti Rubikah mengaku sudah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan di Lamongan. Di antaranya meningkatkan kolaborasi lintas sektor, terutama dengan jajaran kepolisian. Kemudian Mengkoordinasikan seluruh destinasi wisata di Lamongan untuk menyiapkan seluruh sarana prasana.
‘’Bersama dengan tim telah melakukan monev (monitoring dan evaluasi, Red) di beberapa destinasi alam dan buatan, untuk mengecek kesiapan sarprasnya,’’ terang Rubikah, sapaan akrabnya. (sip/ind)
Editor : Hakam Alghivari