Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

DBH Migas di Blora 2024 Diproyeksi Turun

Hakam Alghivari • Rabu, 20 Desember 2023 | 18:30 WIB
Ilustrasi (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)
Ilustrasi (AINUR OCHIEM/RDR.BJN)

BLORA, Radar Bojonegoro - Berkurangnya produksi minyak Blok Cepu mengakibatkan nominal dana bagi hasil (DBH) migas Kabupa­ten Blora alami penurunan. Padahal, Blora sendiri tercatat baru kali pertama mendapatkan DBH migas yang cukup tinggi setelah melalui proses panjang.

Kepala Badan ­Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora Slamet Pamudji menyebut, bahwa Kabupaten Blora mendapatkan Rp 160 miliar pada 2023.Sedangkan, pada 2024 turun menjadi Rp 125 miliar.

Pria yang akrab disapa Mumuk itu menjelaskan, angka DBH bagi Blora sebesar Rp 125 miliar diketahui dari pusat yang telah mengeluarkan edaran dan didasari pada APBN 2024. ’’Untuk persentasenya sebenarnya masih sama. Cuma ada penurunan produksi. Sehingga, meme­ngaruhi juga,” katanya.

’’Jadi, proyeksi dasarnya berdasar H-1 tahun sebelumnya. Nah, 2023 ini tren migas kita menurun. Sehingga, disesuaikan untuk 2024, makanya ada penurunan,” tambahnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro saat ditemui di kantornya Selasa (19/12).

Namun demikian, menurutnya Rp 125 miliar juga bisa berubah. Tergantung situasi. Misalnya, bila terjadi lonjakan harga mi­nyak dunia akibat konflik di Timur Tengah. ’’Saat ini, diperhitungkan APBN harganya diproyeksikan 90 US Dollar per barel. Tapi kan angka ini bisa naik turun (fluktuatif),” jelasnya.

Menurutnya, bila nanti terjadi lonjakan harga mi­nyak dunia, tentu juga akan berdampak pada DBH yang diberikan ke dae­rah-daerah. Tak terkecuali Kabupaten Blora. ’’Misal harga lebih dari 100 US Dollar per barel, bisa jadi ada tambahan tidak cuma Rp 125 miliar,” ucapnya.

Mumuk juga menerangkan, secara perhitungan, Kabupaten Blora berada dalam posisi keuangan sulit pada 2023. Karena harus membayar utang di tahun anggaran 2022. Kondisi tersebut membuat sektor lain harus dikorbankan.

Di antaranya untuk alokasi dana pembangunan. Beruntung dalam kondisi demikian akhirnya Kabupaten Blora mendapatkan DBH migas. Setelah bertahun-tahun hanya jadi penonton. ’’Meski APBD 2023 harus dibebani bayar utang, tapi karena ada DBH migas membuat pemba­ngunan infrastruktur tetap bisa jalan,” ucapnya.

Menurutnya, berkat DBH itulah membuat peme­rintah masih bisa melakukan pembangunan infra­struktur tahun ini. Terlebih penggunaan dana tersebut bebas. Tidak dibatasi se­perti DAK hingga DBHCHT yang peruntukkannya khusus. (hul/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#dbh #BPPKAD #lamongan #Proyeksi #penurunan #blora #migas