BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Sumber pendapatan Bojonegoro masih didominasi dari sektor minyak dan gas (Migas). Sekitar 30 persen pendapatan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Bojonegoro dari Dana Bagi Hasil (DBH) Migas.
Menurut Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto, DBH Migas dari Lapangan Banyu Urip memberikan kontribusi dalam pembangunan.
Sehingga, mampu membantu menangani persoalan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan. Data terakhir menyebutkan, Desember ini Bojonegoro sudah mendapatkan Rp 1,6 triliun dari DBH.“Pemerintah Kabupaten Bojonegoro harus memastikan operasi migas ini berjalan lancar,” ucap Adriyanto katanya.
Pada Minggu (17/12) orang nomor satu di Pemkab Bojonegoro itu berkunjung ke lapangan Banyu Urip untuk memastikan operasi industri migas ini berjalan lancar dan selamat. Sehingga bisa terus memberikan dukungan bagi pembangunan.
Saat kunjungan ke Fasilitas Pemrosesan Pusat atau Central Processing Facility (CPF) Lapangan Banyu Urip, Pj Bupati juga sempat menemui para operator. Operatornya putra asli daerah Bojonegoro itu ditemui saat bertugas di pusat kendali fasilitas. Mereka menjadi garda terdepan dalam produksi di lapangan minyak andalan Indonesia tersebut.
“Saya senang bisa melihat industri besar ini dipegang oleh putra putri terbaik Bojonegoro,” imbuhnya.
Selama mengunjungi Lapangan Banyu Urip, Adriyanto juga berpesan agar operasi migas ini memberi dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Hal ini disampaikan saat dia melihat keterlibatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal di Kantin Lapangan Banyu Urip.
Kolaborasi operator Lapangan Banyu Urip, ExxonMobil Cepu Limite (EMCL) dan UMKM lokal seperti ini harus terus dilakukan.
Bagi Adriyanto, UMKM menjadi sektor penting dalam percepatan penuntasan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro. Maka dari itu, pemberdayaan UMKM oleh industri hulu migas juga harus menjadi perhatian khusus.
Tidak hanya memberi pelatihan dan pendampingan, tapi juga membantu membuka akses pasarnya. Sehingga perputaran ekonomi tumbuh dari bawah.
Kunjungan PJ Bupati yang didampingi Sekda dan jajaran kepala OPD ini diterima oleh jajaran Manajemen EMCL. Selain berkeliling melihat fasilitas, Pj Bupati juga sempat mendapat pemaparan dari EMCL mengenai kondisi terbaru di Lapangan Banyu Urip.
Vice President Public and Government Affairs EMCL, Dave A. Seta menyampaikan terima kasih kepada Pj Bupati atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro selama ini.
Dia juga menyebut dukungan masyarakat yang baik selama ini sangat signifikan dalam membantu kelancaran operasi Lapangan Banyu Urip dan Kedung Keris.
Dave menyampaikan bahwa EMCL, atas dukungan SKK Migas, juga terus melaksanakan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) di sektor pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi. “Semua itu terwujud berkat dukungan dari Pemerintah dan masyarakat,” ujarnya. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari