Bojonegoro, masteguh.id - Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro selain terkenal produk tahu, ternyata terdapat sekumpulan ibu-ibu yang memproduksi batik khas Jonegoroan.
Mereka tergabung dalam Kelompok Batik Kembang Sambiloto, dimana ada batik khas desa yang mereka produksi. Yakni kembang sambiloto, tanaman kesehatan dan tumbuh subur sekitar desa tersebut.
Kelompok batik kembang sambiloto memiliki 20 anggota yang diketuai oleh Bu Tatik, yang kebetulan keseluruhan anggotanya adalah kader dari Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sambiroto.
"Kami mulai membatik sejak tahun 2020, karena dukungan dari pemerintah desa, kelompok kami berkembang cukup pesat," ujar Bu Tatik ketua kelompok.
Dalam pemesanannya, kelompok menawarkan ke beberapa instansi sekolahan, pemerintahan, dan juga hotel dan menerima pemesanan melalui online.
"Karena batik sendiri adalah pakaian wajib, jadi minimal 1 tahun sekali bisa menjual kurang lebih 100 potong, belum lagi jika lebaran, bisa meningkat," imbuhnya.
Mas Teguh putra asli Bojonegoro asal Desa Kepohbaru yang kini bertugas di Jakarta, senang mendengar cerita ibu-ibu kelompok batik ini yang berusaha membantu ekonomi keluarga.
"Mereka ini orang hebat, satu memperkenalkan Bojonegoro dari karya batik, kedua membatik untuk membatu kesejahteraan keluarganya," ujar Teguh.
Menurut Mas Teguh, batik Jonegoroan ini memang belum terkenal seperti batik Solo dan sekitarnya. Namun, bukan tidak mungkin batik Jonegoroan bisa sampai ke mancanegara.
"Batik Jonegoran ini tidak hanya warna dan bentuknya saja. Terdapat cerita, sejarah, dan vanue di bojonegoro yang dituangkan dalam bentuk batik, seperti motif kembang sambiloto," jelasnya.
Mas Teguh sebagai putra Bojonegoro, berkesempatan memborong batiknya untuk dijadikan souvenir serta dipakai untuk keperluan lainnya.
"Saya akan pakai batik kembang sambiloto ini saat pertemuan dinas di Jakarta dan di Bangkok. Itung-itung ikut serta mempromosikan karya masyarakat asli Bojonegoro, hehehe…" tandasnya (Red)
Editor : Hakam Alghivari