BLORA, Radar Bojonegoro - Pengembangan Desa Bangsri, Kecamatan Jepon berkelanjutan. Desa wisata tersebut menyuguhkan panorama alam, ragam atraksi, dan kuliner. Tak heran mampu menyedot ribuan wisatawan selama enam bulan terakhir.
Tepatnya, sekitar 61 ribu. Artinya, dalam sebulan ada sekitar 10 ribu pengunjung. Terutama di obyek wisata andalan Noyo Gimbal View. Kepala Desa (Kades) Bangsri Laga Kusuma menyatakan, ke depan akan senantiasa melakukan pengembangan.
’’Saat ini sudah dibuat kereta mini, waterboom, dan penginapan. Mohon doanya, semoga Desa Wisata Bangsri bisa terus berkembang,” terangnya.
Selain itu, Desa Bangsri mampu raih prestasi membanggakan. Yakni, berhasil lolos 15 besar Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN). Ajang tersebut diselenggarakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).
Sebelumnya, tim juri dari Kemendes PDTT mengunjungi Desa Bangsri untuk verifikasi lapangan pada 7 November. Saat itu, Desa Bangsri masih berkompetisi di 30 besar. Kepala Bidang (Kabid) Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Blora Sunarno menyebut, dari 30 besar kemudian disaring lagi ke 15 besar.
’’Dalam pengumuman itu, Desa Bangsri masuk 15 besar kategori 1. Yakni, terdiri atas desa-desa yang digolongkan sangat tertinggal, tertinggal, dan berkembang,” terangnya.
Diketahui, dari 15 desa itu Bangsri menjadi satu dari tiga desa di Jawa Tengah yang masuk. Dua lainnya Desa Guci, Kabupaten Tegal dan Desa Melung, Kabupaten Banyumas. ’’Tahap berikutnya nanti mereka diundang ke NTB pada 24 November untuk malam penganugerahan,” tuturnya. (hul/bgs)
Editor : Hakam Alghivari