Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dampak El Nino, Proyeksi Luas Tanam Tetap 

Hakam Alghivari • Senin, 6 November 2023 | 19:35 WIB
TERPENGARUH CUACA: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menetapkan proyeksi luas tanam padi untuk periode Oktober 2023 sampai September 2024 sekitar 154.387 hektare (ha).(ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
TERPENGARUH CUACA: Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menetapkan proyeksi luas tanam padi untuk periode Oktober 2023 sampai September 2024 sekitar 154.387 hektare (ha).(ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

 

LAMONGAN, Radar Lamongan - Proyeksi luas tanam padi untuk periode Oktober 2023 sampai September 2024 sekitar 154.387 hektare (ha). Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Moch. Wahyudi mengatakan, proyeksi tanam sengaja tidak dinaikkan.

Petimbangannya dampak perubahan iklim yang terjadi di tahun ini. Menurut dia, kondisi iklim pengaruhnya cukup besar terhadap sektor pertanian. Sehingga, harus diantisipasi dengan sistem pola tanam yang tepat.

‘’Estimasi luas tanam tetap, karena iklim sangat mempengaruhi pola atau musim tanam,’’ tutur Wahyudi kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Minggu (5/11).

Prediksi BMKG, hujan mulai turun tapi intensitasnya masih rendah hingga akhir November. Bahkan dari BMKG menyatakan el nino level moderat bisa terjadi sampai akhir Februari 2024. Pengaruhnya pada curah hujan yang tidak merata.

‘’Semoga dampaknya tidak besar untuk Lamongan, dan petani bisa segera tanam,’’ harapnya.

Wahyudi menjelaskan, untuk harga padi kini sedang tinggi. Karena tidak banyak wilayah yang bisa melakukan panen. Apalagi, banyak wilayah yang mengalami kekeringan, yang membuat panen hanya terjadi di wilayah bantaran sungai Bengawan Solo.

Namun untuk periode tanam musim pertama antara November – Desember, biasanya bersamaan dengan musim tanam di wilayah tadah hujan lainnya. Sehingga awal tahun biasanya terjadi puncak panen. Sedangkan, faktor luar yang mempengaruhi harga termasuk impor, kondisi iklim, suplai dan demand.

‘’Tiga hingga empat bulan lagi kita panen raya, harapannya harga tetap berpihak ke petani,’’ ucapnya.

Terkait cadangan pangan, Wahyudi mengaku untuk petani Lamongan sudah memiliki lumbung pangan mandiri. Sehingga kebutuhan pangan cenderung aman meski harga beras tinggi. (rka/ind)

Editor : Hakam Alghivari
#dampak #Tanam #Pertanian #perubahan #el nino #iklim #lamongan #Proyeksi