LAMONGAN, Radar Lamongan - Cuaca panas menyengat kulit, saat wartawan koran ini mengunjungi rumah Syaiful Bahrie, pehobi tanaman asal Perumnas Made, Kecamatan Lamongan, Sabtu siang (28/10). Sesampainya di rumah pria 66 tahun itu, terdapat pemandangan yang menyejukkan mata.
Pot dan polybag berisi tanaman jambu air berjajar rapi di tepi jalan. Setiap tanaman diberi nama dan tanda. Syaiful membudidayakan sekitar 26 macam jenis jambu air unggul. Di antaranya kio jok, green giant, madu deli hijau, madu susu, bajang leang, dalhari, kesuma merah, mutiara hitam, dan black kingkong.
Janis jambu air lainnya yakni camplong Madura, Taiwan super green, citra, king rose, jambu mawar, cincalo merah, red Taiwan, gaja Pekalongan, king rose apple, sugar barbie, madu Singapore, gajah Lampung, cincalo tebu, dan thongsamsi.
‘’Kemudian jambu terkecil di dunia, jambu air nasi-nasi untuk hiasan, jambu air lili pili untuk rujakan, kemudian jambu kancing, seperti kancing buahnya,’’ tutur Syaiful kepada Jawa Pos Radar Lamongan, Sabtu (28/10).
Syaiful memilih membudidayakan jambu air karena perawatannya mudah. Menurut dia, terkadang banyak yang menganggap sulit, karena kurang telaten dalam perawatan. Ketika tanaman jambu air berbunga, harus mulai dibungkus plastik saat rambut buahnya rontok.
‘’Sehingga nanti saat dipetik buahnya bersih tanpa ulat,’’ ujar bapak tiga anak ini.
Selain itu, Syaiful juga hobi menyetek tanaman jambu airnya. Bahkan dalam satu tanaman mampu menghasilkan sepuluh jenis buah jambu air. ‘’Kalau yang dua, tiga dan empat jenis biasa, kalau sepuluh jenis luar biasa, saya tanam tanah, biar dimanfaatkan teman-teman,’’ imbuhnya.
Disinggung adanya pengaruh terhadap tanaman yang distek sepuluh jenis jambur air. Syaiful mengakui ada pengaruhnya. Biasanya terdapat satu batang yang kalah dan tidak subur. Namun, dia memiliki cara tersendiri agar bisa subur secara merata. ‘’Batang paling subur dikurangi batangnya, menunggu yang lain subur, sehingga perkembangan seimbang,’’ ucapnya.
Dia menilai di Lamongan belum banyak pembudidaya tanaman jambu air unggul. Bahkan, dia mengamati di sejumlah stan bunga jarang ada yang menjual. Padahal, harga tanaman jambu air potong cangkok lumayan. Misalnya sebesar pensil batanganya seharga Rp 25 ribu per batang, serta seukuran jempol jari tangan batangnya seharga Rp 50 ribu per batang.
‘’Kemudian sejempol jari kaki seharga Rp 75 ribu per batang, akar penuh, siap tanam,’’ katanya.
Syaiful menjelaskan, cara stek yakni cari entres batang atas sebagai calon stekan. Kemudian siapkan batang induk yang sehat. Sebab, batang induk sehat kemungkinan berhasil seratus persen.
Selanjutnya, batang induk dipotong dan kemudian dibelah tengah sepanjang 5 centimeter (cm). Selanjutnya memotong batang entres yang pangkalnya disayat bentuk huruf V. Kemudian dimasukkan pada batang indukan, diikat plastik, dan disungkup dengan plastik lilin. Terpenting, menggunakan pisau staril dan tidak kotor atau berkarat.
‘’Untuk menjaga kelembaban batang entres, karena jika terkena panas, bakal kering batangnya,’’ tutur Syaiful.
Dari mulai awal penyetekan, sekitar dua minggu sudah keluar kuncup. Seminggu berikutnya, plastik bisa dibuka. Menurut Syaiful, cuaca cukup berpengaruh. Dia menyarankan, ketika melakukan stek sambung pucuk saat musim kemarau harus ditaruh tempat teduh. ‘’Kalau tidak dijaga suhu panasnya, maka akan kering dalam plastik,’’ pungkasnya. (sip/ind)
Editor : Hakam Alghivari