TPA yang berumur 20 tahun sejak mulai beroperasi pada 2003 silam itu, diprediksi hanya mampu menampung sampah hingga 2 tahun lagi atau tahun 2025.
Pengawas Lingkungan Hidup DLH Bojonegoro Frika Deddy Sofyan mengatakan, meningkatnya sampah selalu dipengaruhi jumlah penduduk, dan menjadi beban TPA.
Peningkatan volume sampah rumah tangga per hari cukup tinggi, rerata sekitar 65 ton sampah masuk per hari.
‘’Perlu kesadaran bahwa memang sampah yang dibuang ke TPA sudah melalui pemilahan, dan sampah yang dibuang harus benar-benar yang sudah tidak bisa diolah,” bebernya.
Sementara, Kabupaten Bojonegoro memiliki dua TPA. Di Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, dan di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem dengan kemampuan menampung 80 ton per hari.
Kedepannya, menambah satu lokasi TPA di Desa Buntalan Kecamatan Temayang. ‘’Meski diprediksi hanya cukup menampung sampai 2025, tetap melakukan upaya untuk terus mengurai agar usia TPA jadi lebih panjang,” ungkapnya.
Berdasarkan data UPTD TPA Banjarsari, Luas TPA sekitar 4,9 hektare memiliki daya tampung 134.440 meter kubik. Peningkatan sampah terjadi setiap tahunnya, seperti pada 2021 terdapat 1.604 ton dan meningkat pada 2022 menjadi 2.533 ton. TPA pernah dilakukan perluasan sekitar 2 hektare pada 2021 lalu.
‘’Semakin banyaknya fasilitas umum (fasum) menjadi penyebab meningkatnya jumlah sampah, terutama di wilayah perkotaan,” ungkap Gatot, salah satu petugas TPA Banjarsari.
Sebab, truk pengangkut sampah tidak hanya mengambil sampah dari permukiman. Sampah per hari pernah mecapai rerata 75 ton per hari. Paling banyak fasum seperti pasar, taman, swalayan, hingga pusat keramaian. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari