Kabid Operasi dan Pemeliharaan Dinas PU SDA Lamongan, Saikhu Rohman, mengatakan, kontrak awal proyek tersebut Agustus. Karena rawa masih ada air dan belum bisa dimasuki alat berat, pengerjaan baru dilakukan bulan ini.
‘’Selain menata tanggul karena sudah lama, kemarin jalan juga sudah ditinggikan. Akhirnya kelihatan rendah, sekalian untuk menambah volume air rawa,’’ katanya.
Saikhu menuturkan, karena sebelah pematang masih ada airnya, satu bego ditempatkan di selatan yang lahannya lebih kering. ‘’Untuk total yang dikeruk kurang lebih 11.800 meter kubik yang diangkat dari tanah rawa si Banget,’’ ujarnya.
Menurut dia, proyek rawa si Banget berakhir 5 Desember. Anggaran kontraknya Rp 482 juta. ‘’Saya itu sudah lama ingin mengeruk dengan volume besar, tapi cuaca menentukan proses galian,’’ katanya.
Saikhu menambahkan, rawa si Banget seluas 54 hektare itu berhubungan dengan daerah Bengawan Jero. Sehingga, fungsinya untuk tampungan air baku dan menahan air masuk ke Bengawan Jero. Saat ini, diperkirakan daya tampung rawa tinggal 65 persen.
‘’Karena sedimentasi, ke depan akan melaksanakan pemeliharaan waduk dan rawa,’’ tuturnya.
Selain rawa si Banget, tahun ini juga ada normalisasi Waduk Pading di Desa Gempolpading, Kecamatan Pucuk. Namun, proyek itu sudah selesai.
Ketua Komisi C DPRD Lamongan, M Burhanuddin, mendorong memaksimalkan program pengerukan rawa, waduk, dan embung. ’Untuk mencukupi kebutuhan air, distribusi air partanian dan lain-lain,’’ ujarnya. (sip/yan)
Editor : Hakam Alghivari