Kendala tersebut membuat peserta ANBK sesi pertama tidak bisa menyelesaikan asesmen. Sehingga harus mengulang di sesi kedua.
Sebanyak 17 peserta ANBK dari tiga ruang di SMPN 1 Bojonegoro tidak bisa menyelesaikan asesmen di sesi pertama akibat server lemot hingga terputus. Sebaliknya, setiap ruang hanya empat siswa sukses dari awal hingga submit atau mengirim hasil asesmen.
“Hari pertama (11/9) lancar, hari kedua lemot,” ungkap Kepala SMPN 1 Bojonegoro Mochamad Munir.
Munir menjelaskan, peserta yang gagal menyelesaikan ANBK di sesi pertama lanjut ke sesi kedua.Untungnya ketika mengulang di sesi kedua siswa bisa mengerjakan dari awal hingga submit.
Dari hasil zoom meeting (rapat virtual) jumlah peserta di gelombang pertama sesi pertama terlalu banyak. Sehingga server terganggu akibat diakses oleh banyak siswa.
Kepala SMPN 4 Bojonegoro Agus Sugianto mengatakan, uji coba atau geladi bersih ANBK selama dua hari berjalan lancar. Juga semua siswa yang menjadi peserta ANBK hadir. Terdiri dari 45 siswa sebagai peserta utama dan lima siswa peserta cadangan.
‘’Geladi bersih hanya dua hari dan pelaksanaan ANBK sesungguhnya 18 dan 19 September atau minggu depan,” ujarnya.
Kepala SMPN 6 Bojonegoro Sarwo Edi mengatakan, geladi bersih berlangsung aman dan lancar. Server ANBK normal dan tidak lemot. Selain itu belum ada keluhan dari peserta bahwa kesulitan menjawab.
Sarwo menjelaskan persiapan untuk pelaksanaan ANBK sesungguhnya minggu depan berupa pengecekan perangkat. Juga melakukan sinkronisasi pada 15 hingga 17 September mendatang.
Kasi Kesiswaan Dinas Pendidikan Bojonegoro Anang Budiantara mengatakan, jumlah peserta ANBK jenjang SMP mencapai 4.534 siswa dari 102 SMP negeri dan swasta. (irv/msu)
Editor : Eka Fitria Mellinia