BLORA, Radar Bojonegoro - Semarak kemerdakaan Republik Indonesia (RI) semakin meriah. Kabupaten Blora memperingati HUT RI ke-78 dengan cara memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai sajian Sego Berkat Godong Jati terbanyak dalam acara Gas Deso Bumi Blora, di sepanjang Jalan Pemuda, rabu (16/8).
Dalam pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, terlihat ribuan pasang mata masyarakat Blora menyaksikan sembilan ribu lebih Sego Berkat Godong Jati yang disajikan memanjang hingga 1 kilometer dan mengikuti acara Gas Deso tersebut.
Sego Berkat tersebut disajikan memanjang dari depan kantor Setda Blora hingga Tugu Pancasila atau sepanjang Jalan Pemuda. Uniknya lagi, para peserta dan masyarakat yang hadir mengenakan pakaian adat Samin.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Blora, Mohamad Toha Mustofa mengatakan, agenda tersebut merupakan tasyakuran HUT RI ke-78.
Serta, memecahkan rekor MURI sebagai sajian Sego Berkat Godong Jati terbanyak. ‘’Ini sudah melebihi target sego berkatnya. Total ada 9 ribu an sego berkat. Awalnya target kami 8.330 sego berkat. Jumlah tersebut kolektifan dari seluruh desa di Blora, OPD dan masyarakat,’’ tuturnya.
Dia menjelaskan, menu sego berkat tersebut terdiri dari nasi putih, mie, ayam, telur, tempe, sambal goreng kentang dan rempeyek. Lalu, dibungkus daun jati.
‘’Blora memang terkenal akan jatinya. Jadi kami ingin perkenalkan dan pecahkan rekor melalui sego berkat jati ini,’’ tuturnya.
Menurutnya, Gas Deso ini adalah budaya nonbenda yang patut dilestarikan. Terlebih, Gas Deso memang lebih identik dilaksanakan di desa. ‘’Biasanya kan di desa. Ini kami pusatkan jadi satu di sini sekaligus pecahkan rekor itu,’’ ucapnya.
Penyajiannya digelar sepanjang Jalan Pemuda. Dalam menampilkan sajian ini, para masyarakat dan OPD bersama-sama mengenakan pakaian adat samin. ‘’Agenda ini untuk nguri-uri budaya Blora. Sego berkatnya digelar di sepanjang jalan ini. Juga dipenuhi masyarakat dan para OPD dengan mengenakan pakaian adat samin. Jadi sama rata semua bisa merayakan tasyakuran ini serta memperingati HUT RI,’’ jelasnya.
Bupati Blora, Arief Rohman mengatakan, agenda ini memang dilaksanakan untuk tasyakuran HUT RI dan memecahkan rekor MURI. Serta, sebagai wujud bersyukur kepada Tuhan atas limpahan alam yang diberikan.
Dalam kegiatan tersebut, setiap desa dan kelurahan di Blora membawa pula air dan tanah yang berasal dari desanya masing-masing.
‘’Para camat kami minta mengkoordinir pengumpulan air dan tanah dari masing-masing desa atau kelurahan. Totalnya ada 295 desa dan kelurahan. Air ditempatkan dalam satu kendi. Sedangkan tanah dimasukkan ke dalam satu besek. Ini tujuannya sebagai simbol agar bisa memakmurkan Kabupaten Blora kedepannya,’’ jelasnya. (*/hul)