BLORA, Radar Bojonegoro - Embung Nglebok mulai dikebut pengerjaannya. Pembangunan embung dengan anggaran Rp 3,6 miliar itu menggunakan lahan seluas 2 hektare. Rencananya embung itu dibangun dengan kedalaman 3 meter. Embung diproyeksikan bisa mengurai banjir di Kecamatan Cepu.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Surat mengungkapkan, usai tanda tangan kontrak dua minggu lalu, proyek Embung Nglebok mulai dikerjakan oleh pemenang tender.
‘’Pengerjaannya mulai dikebut agar cepat selesai. Terlebih saat ini masih musim kemarau,’’ jelasnya kemarin (13/8).
Surat menjelaskan, lahan yang digunakan sekitar dua hectare. Rincianya 1 hektar untuk luasan embung dan 1 hektare untuk bangunan di sekitar embung. Pagu anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 3,7 miliar dengan kontrak pengerjaan sebesar Rp 3,6 miliar.
‘’Di lokasi proyek sudah kami tekankan untuk pemasangan informasi besaran anggaran,’’ terangnya.
Dari laman LPSE Blora, diketahui proyek tersebut diperbutkan oleh 7 kontraktor. Namun 6 peserta lelang dinyatakan tidak lengkap persyaratannya. Pemenangnya adalah CV Janur Kuning yang berkantor di Jl. RSU No. 81 Kelurahan Balun Kecamatan Cepu dengan penawaran Rp 3,6 miliar.
Surat mengatakan, pengerjaan proyek diberikan waktu hingga Desember mendatang. Embung Nglebok diproyeksikan untuk program penanganan banjir di Kecamatan Cepu. Menurutnya, penyebab banjir selain drainase yang mengalami pendangkalan juga karena tidak ada penampungan di wilayah dataran tinggi.
Anggota Komisi C DPRD Blora Darwanto mengatakan, pembangunan Embung Nglebok diharapkan bisa mengurai banjir di Cepu. Pembangunan tersebut menurutnya penting bagi masyarakat. Sebab, saat hujan deras air yang datang dari hulu tidak bisa tertampung.
‘’Semoga bisa mengatasi banjir di Cepu. Dengan adanya embung, air hujan nanti bisa ditampung dan bisa dimanfaatkan masyarakat,’’ terangnya. (luk/zim)
Editor : M. Yusuf Purwanto