LAMONGAN, Radar Lamongan - Universitas Islam Lamongan (Unisla) merayakan Dies Natalis ke-23 kemarin (8/10). Kegiatannya, istighotsah bersama.
Dosen, karyawan, dan pengurus Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Islam (YPPTI) Sunan Giri Lamongan menghadiri kegiatan tersebut. Rektor Unisla, Abdul Ghofur, mengatakan, dies natalis diperingati setiap tahun. Karena mahasiswa libur, kegiatan itu dihadiri dosen dan pengurus yayasan. ‘’Yang jelas untuk visi, haluan kita adalah ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah,’’ ujarnya.
Sedangkan misinya, melaksanakan tridarma perguruan tinggi secara maksimal. Yakni, pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Ghofur berharap Unisla semakin go internasional. Hingga kini, sebagian dosen telah diterbangkan ke Malaysia untuk menempuh pendidikan S3. Menurut dia, Unisla akan membangun jejaring akademik yang berorientasi global. Serta, membentuk tata kelola organisasi yang berkesinambungan. Ghofur juga berkomitmen mengembangkan sumberdaya yang ada Unisla.
Ketua Yayasan YPPTI Sunan Giri Lamongan Bambang Eko Muljono menjelaskan, perubahan revolusi industri 4.0 membuat Unisla harus selalu mengejar mutu. ‘’Kurang lebih 55 dosen sekarang sudah menempuh S3 baik di dalam negeri maupun luar negeri,’’ jelasnya.
Menurut dia, persaingan kini tidak lagi antaranak bangsa di Indonesia. Namun, bersaing dengan tenaga – tenaga dari luar negeri. Bambang menyatakan, Unisla harus menyiapkan diri menuju ke-25 tahun. Sehingga, dua tahun mendatang, hasil percepatan yang dilakukan kampus ini bisa ditunjukkan kepada masyarakat. (mal/yan)
Editor : M. Yusuf Purwanto