’’Dengan kegigihan, kerja keras, dan daya juang tinggi yang dimiliki, mereka (siswa-siswi SMA Negeri 1 Ngimbang, Red) bisa sukses di kemudian hari, dan jangan berhenti berjuang walaupun hambatan dan tantangan terjadi, lengkapi dengan doa. Semoga impian jadi nyata. Baret yang tersemat sebagai lambang dari kegigihan, kerja keras, perjuangan yang sangat berat, dan tidak mengenal lelah.’’
Ganef Suprijanto, M. Pd, Kepala SMA Negeri 1 Ngimbang
LAMONGAN, Radar Lamongan - Hari masih gelap, matahari belum memunculkan keangkuhannya di atas gunung. Suara tepuk tangan dan derapan langkah yang berirama sudah menggema di sudut-sudut Satuan Radar 222 TNI Angkatan Udara.
Suara itu berasal dari siswa-siswi SMA Negeri 1 Ngimbang, Sekolah Taruna Tahfidzul Quran Jawa Timur, yang selama satu minggu mengikuti kegiatan masa basis. Seluruhnya dilatih langsung oleh pelatih dari Satuan Radar 222 TNI AU sebagai pelaksananya.
Kepala SMA Negeri 1 Ngimbang, Ganef Suprijanto, M. Pd mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan awal yang harus diikuti oleh calon taruna-taruni SMA Negeri 1 Ngimbang. Tujuannya untuk pembentukan karakter memasuki sekolah baru, serta sebagai syarat untuk mendapatkan baret biru. Setelah mengikuti kegiatan masa basis, harapannya mereka menjadi seseorang yang mandiri, kuat, ulet, terlatih, dan tangkas.
‘’Beragam materi diberikan kepada calon taruna-taruni. Mulai bela negara, baris-berbaris, dan permainan ketangkasan. Calon taruna-taruni dibiasakan untuk disiplin waktu, bertanggung jawab, dan berlatih menyelesaikan masalah,’’ terangnya. ‘’Untuk menumbuhkan daya juang, calon taruna-taruni diajak mengikuti kegiatan yang menantang dan menguji kemampuan menyelesaikan masalah dengan berlatih halang rintang. Seperti melewati jaring laba-laba, jembatan tali, flying fox, kolam lumpur, tiarap di rumput sambil meneriakkan cita-cita mereka,’’ sambung pria yang pernah menjabat sebagai Kepala SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Jawa Timur ini.
Sebelum mengikuti kegiatan, calon taruna-taruni dipastikan memenuhi syarat sehat dan tidak memiliki sakit bawaan. Pelaksanaan masa basis semuanya telah memenuhi standar keamanan yang memadai, serta didampingi oleh tenaga ahli Satrad 222 TNI AU dan Polisi Taruna.
Setelah satu minggu berlatih, siswa juga diberi kesempatan untuk unjuk kreativitas di malam pentas seni. Taruna-taruni mengaku senang dengan adanya kegiatan ini.
‘’Kegiatan basis ini di luar ekpektasi saya. Maksudnya tidak menyeramkan seperti bayangan. Kami masih memiliki waktu istirahat cukup di tengah kegiatan yang kami ikuti,’’ ungkap Anggi, salah satu taruni SMA Negeri 1 Ngimbang. (mer/ind)