BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pipa-pipa raksasa ditanam di sejumlah jalan di Temayang, Sugihwaras, dan Kedungadem. Pipa-pipa hitam tersebut saluran dari Waduk Gongseng.
Pemasangan melibatkan alat-alat berat untuk penggalian tanah. Masyarakat diminta hati-hati karena aktivitas proyek menganggu aktivitas di jalan raya. Tidak sedikit masyarakat mengeluhkan kemacetan.
Bahkan, beberapa ruas jalan terlihat rusak akibat proyek penanaman pipa raksasa tersebut. Pipa-pipa raksasa diduga akan digunakan sebagai aliran perusahaan daerah air minum (PDAM) bersumber dari Waduk Gongseng.
Salah satu pengendara motor di kawasan Desa Jono mengatakan, sekitar minggu kedua Maret sudah mulai ada penggalian di sekitar SPBU Jono. Saat itu, kondisi jalan kerap macet. Terutama dari Desa Jono menuju Temayang karena memang jalan provinsi.
Terlebih saat jam istirahat makan siang dan pulang sekolah. Debu akibat proyek mengganggu, terlebih musim kemarau dengan angin kencang seperti saat ini. Bahkan, sampai ke rumah-rumah warga, tutur pengendara motor tersebut.
Dia melanjutkan, setelah pipa terpasang, beberapa jalan kondisinya menjadi rusak seiring aktivitas alat berat. Bisa dilihat pada ruas jalan utara SMPN 1 Temayang hingga lapangan Desa Jono. Jalan-jalan menjadi berlubang dan aspal rusak.
Tepi jalan rusak berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter dari markah karena galian dan hanya ditambah menggunakan tanah. Tanpa adanya pengecoran atau pengaspalan ulang, tutur lelaki 24 tahun tersebut. (ewi/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto