BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pro kontra merger SDN ternyata harus dievaluasi. Dicarikan titik temu agar tidak berdampak pembelajaran siswa. Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Muchlasin Afan mengatakan, ada pro dan kontra terkait merger.
Menurutnya, kebijakan merger karena sosialisasi mendadak.
''Persoalannya kompleks, tidak hanya sosialisasi," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Bojonegoro Ridlwan Hambali meminta dinas pendidikan (disdik) segera melakukan pendekatan persuasif pada siswa dan wali siswa sekolah dimerger. Proses transisi dari sekolah lama ke sekolah baru dimerger tidak mudah. Butuh kesiapan, apalagi sudah nyaman dengan sekolah lama.
Ridlwan mendukung program merger, terlebih sudah melalui berbagai tahapan, evaluasi, dan penilaian. Tentu ketika sudah diputuskan merger wali siwa dan komite sekolah mengikuti keputusan.
Dia meminta disdik pendekatan persuasif. Disdik tidak boleh kaku menghadapi permasalahan ini. Pihak dinas tidak boleh semena-mena, dan memaksa, harus lebih luwes,” tegasnya. (irv/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto