’’Dan begitu pula sebaliknya, yang telah disepakati dalam pembahasan banggar dengan TAPD tidak muncul dalam APBD.’’
JARIMAN, Ketua Fraksi Persatuan Pembangunan DPRD Blora
BLORA, Radar Bojonegoro – Sinergitas Pemkab dan DPRD menjadi sorotan kalangan legislatif. Sejumlah program yang dilaksanakan pemkab banyak yang tanpa sepengetahuan DPRD. Pemkab diminta meningkatkan sinergitas itu.
Hal ini menjadi perhatian serius kami dalam melaksanakan fungsi pengawasan, karena tidak sedikit anggota DPRD yang tidak mengetahui saat ditanya masyarakat tentang program-program tersebut, ujar Jariman, Ketua Fraksi Persatuan Pembangunan saat rapat paripurna di DPRD Senin (3/7) lalu.
Jariman melanjutkan, saat pembahasa RAPBD, badan anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) itu belum muncul kegiatan. Namun saat menjadi APBD muncul program atau kegiatan yang tidak masuk dalam pembahasan.
Dan begitu pula sebaliknya, yang telah disepakati dalam pembahasan banggar dengan TAPD tidak muncul dalam APBD, jelasnya.
Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, pihaknya tentu akan dengan senang hati meningkatkan sinergitas antara eksekutif dengan legislatif. Pembenahan tersebut akan diupayakan oleh pihaknya. Sehingga, kegiatan atau program OPD bisa diinformasikan lebih jelas kepada anggota DPRD.
Ke depannya harus lebih baik komunikasi kami dengan DPRD. Mereka sebagai wakil rakyat jadi program-program kami harus tersampaikan oleh mereka dan berdampak positif bagi masyarakat, tutur Bupati yang akrab disapa Mas Arief itu.
Terkait pembahasan APBD, ia akui pada tahun-tahun sebelumnya ada keterbatasan waktu. Sehingga, pembahasan anggaran belum bisa detail. Masih terdapat beberapa kegiatan di OPD yang belum sesuai dengan hasil pembahasan dengan DPRD. (hul/zim)
Editor : M. Yusuf Purwanto