BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Titik lokasi pembangunan flyover Jetak belum dipastikan membuat warga resah menanti kepastian terdampak tidaknya lahan mereka. Berharap segera ada kepastian lokasi dan skema ganti untung.
''Agar kami bisa menyiapkan kalau berupa uang nanti pindah ke mana dan kalau relokasi harus sepadan dengan lahan dimiliki sekarang,” tutur Ran warga rukun tetangga (RT) 10 Kelurahan Jetak Selasa (4/7).
Pembangunan flyover Jetak direncanakan memakan lahan seluas 1.417 meter dengan lebar total 30 meter dan ketinggian 10 meter. Lahan terdampak diperkirakan sekitar RT 3, 6, 5, dan 10 Kelurahan Jetak. Peta konstruksi telah diperlihatkan kepada warga oleh rekanan yakni PT Mitra Cipta Engineering Surabaya sebagai tim DED (detail engineering design) saat sosialisasi pendataan awal penyusunan DPPT.
Ran merasa resah karena belum mengetahui secara pasti titik lokasi pembangunan flyover Jetak meski telah dilakukan sosialisasi penyusunan dokumen perencanaan pengadaan tanah (DPPT).
''Resah selalu kami rasakan sejak ada informasi pembangunan. Bingung lahan kami terdampak atau tidak,” terangnya.
Apabila terdampak, dia bingung mencari tempat tinggal lain. Jika disediakan rumah atau relokasi dia ingin sepadan dengan lahan miliknya dan menguntungkan.
Ketua RT 6 Kelurahan Jetak Darsono mengatakan, belum bisa memastikan akan mendukung atau tidak program pemkab saat ini karena belum mendapat kepastian lokasi dan prosedur dijalankan setelah pendataan DPPT. (yna/rij)
Editor : M. Yusuf Purwanto