RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Di tengah gempuran tren budaya modern, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, justru makin bersinar berkat kelestarian warisan budayanya. Salah satu ikon yang paling mencuri perhatian dunia adalah Tari Thengul.
Bukan sekadar gerak tari biasa, tarian yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia ini menyimpan sederet fakta unik yang membuatnya sangat berbeda dari tarian tradisional Jawa pada umumnya.
Berikut adalah lima fakta unik Tari Thengul, tarian "boneka hidup" khas Bojonegoro yang penuh daya pikat:
1. Pesona "Boneka Hidup" dengan Senyum yang Terkunci
Jika mayoritas tarian Jawa mengedepankan keluwesan dan kelembutan, Tari Thengul justru sebaliknya. Terinspirasi langsung dari bentuk fisik Wayang Thengul (wayang golek kayu), para penari bergerak secara kaku, patah-patah, dan eksentrik.
Tingkat kesulitan tertinggi tarian ini terletak pada ekspresi wajah. Dengan riasan bedak putih tebal layaknya topeng, penari diwajibkan mempertahankan senyum lebar yang statis (tidak berubah) dari awal hingga akhir pertunjukan untuk meniru karakter boneka kayu.
2. Lirikan Mata Blandangan yang Jenaka
Daya tarik utama Tari Thengul terletak pada tatapan matanya. Para penari kerap melakukan gerakan blandangan, yaitu gerakan melirikkan mata ke kanan dan ke kiri secara tajam, cepat, dan kompak. Kombinasi gerakan tubuh yang kaku dan lirikan mata yang ekspresif ini menciptakan nuansa humoris yang selalu berhasil memancing tawa dan tepuk tangan penonton.
3. Lahir dari Misi Penyelamatan Budaya yang Hampir Punah
Siapa sangka, tarian yang ceria ini lahir dari sebuah kekhawatiran. Pada dekade 1980-an, eksistensi pertunjukan Wayang Thengul di Bojonegoro sempat merosot tajam dan sepi peminat.
Guna menyelamatkan warisan leluhur tersebut agar tidak punah ditelan zaman, para seniman lokal memutar otak dan menciptakan versi manusianya. Lahirlah Tari Thengul, sebuah kreasi baru yang dikemas lebih dinamis, singkat, dan menghibur, sehingga lebih mudah diterima oleh generasi muda.
4. Pernah Mengguncang Istana Negara dan Panggung Internasional
Keunikan Tari Thengul telah diakui di level nasional hingga internasional. Tarian ini pernah menjadi salah satu penampil utama di Istana Merdeka Jakarta saat perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74. Tidak hanya itu, pesona "boneka hidup" ini juga kerap didelegasikan dalam berbagai festival budaya internasional untuk mewakili kekayaan seni Indonesia.
5. Rekor MURI yang Spektakuler
Puncak pembuktian cinta masyarakat Bojonegoro terhadap seni ini terjadi saat Pemkab Bojonegoro menggelar tari massal bertajuk The Triumph of Thengul. Sebanyak 2.019 penari yang didominasi oleh pelajar memadati Jembatan Sosrodilogo dan menari bersama. Aksi kolosal ini sukses memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai pagelaran Tari Thengul dengan peserta terbanyak dalam sejarah. (*)