Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dari Misi Penyelamatan Budaya hingga Istana Negara, Inilah Sederet Fakta Unik Tari Thengul Bojonegoro

Farhan Reza Ardiansyah • Senin, 13 Juli 2026 | 18:59 WIB
BUDAYA: Prform para penari Thengul (FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)
BUDAYA: Prform para penari Thengul (FARHAN REZA/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM Di tengah gempuran tren budaya modern, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, justru makin bersinar berkat kelestarian warisan budayanya. Salah satu ikon yang paling mencuri perhatian dunia adalah Tari Thengul.

Bukan sekadar gerak tari biasa, tarian yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia ini menyimpan sederet fakta unik yang membuatnya sangat berbeda dari tarian tradisional Jawa pada umumnya.

Berikut adalah lima fakta unik Tari Thengul, tarian "boneka hidup" khas Bojonegoro yang penuh daya pikat:

1. Pesona "Boneka Hidup" dengan Senyum yang Terkunci

Jika mayoritas tarian Jawa mengedepankan keluwesan dan kelembutan, Tari Thengul justru sebaliknya. Terinspirasi langsung dari bentuk fisik Wayang Thengul (wayang golek kayu), para penari bergerak secara kaku, patah-patah, dan eksentrik.

Baca Juga: Ki Trio Wahyu Aji, Dalang Wayang Thengul Asal Kecamatan Kedungadem: Sering Ikut Bapaknya Mendalang hingga Tidur di Belakangnya

Tingkat kesulitan tertinggi tarian ini terletak pada ekspresi wajah. Dengan riasan bedak putih tebal layaknya topeng, penari diwajibkan mempertahankan senyum lebar yang statis (tidak berubah) dari awal hingga akhir pertunjukan untuk meniru karakter boneka kayu.

2. Lirikan Mata Blandangan yang Jenaka

Daya tarik utama Tari Thengul terletak pada tatapan matanya. Para penari kerap melakukan gerakan blandangan, yaitu gerakan melirikkan mata ke kanan dan ke kiri secara tajam, cepat, dan kompak. Kombinasi gerakan tubuh yang kaku dan lirikan mata yang ekspresif ini menciptakan nuansa humoris yang selalu berhasil memancing tawa dan tepuk tangan penonton.

3. Lahir dari Misi Penyelamatan Budaya yang Hampir Punah

Siapa sangka, tarian yang ceria ini lahir dari sebuah kekhawatiran. Pada dekade 1980-an, eksistensi pertunjukan Wayang Thengul di Bojonegoro sempat merosot tajam dan sepi peminat.

Guna menyelamatkan warisan leluhur tersebut agar tidak punah ditelan zaman, para seniman lokal memutar otak dan menciptakan versi manusianya. Lahirlah Tari Thengul, sebuah kreasi baru yang dikemas lebih dinamis, singkat, dan menghibur, sehingga lebih mudah diterima oleh generasi muda.

4. Pernah Mengguncang Istana Negara dan Panggung Internasional

Keunikan Tari Thengul telah diakui di level nasional hingga internasional. Tarian ini pernah menjadi salah satu penampil utama di Istana Merdeka Jakarta saat perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-74. Tidak hanya itu, pesona "boneka hidup" ini juga kerap didelegasikan dalam berbagai festival budaya internasional untuk mewakili kekayaan seni Indonesia.

5. Rekor MURI yang Spektakuler

Puncak pembuktian cinta masyarakat Bojonegoro terhadap seni ini terjadi saat Pemkab Bojonegoro menggelar tari massal bertajuk The Triumph of Thengul. Sebanyak 2.019 penari yang didominasi oleh pelajar memadati Jembatan Sosrodilogo dan menari bersama. Aksi kolosal ini sukses memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai pagelaran Tari Thengul dengan peserta terbanyak dalam sejarah. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
Budaya warisan budaya tak benda tari thengul bojonegoro Rekor MURI