RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Generasi Kelima Penerus Ajaran Samin Surosentiko Margomulyo Bambang Sutrisno mempertegas produksi batik obor sewu saat ini hanya di Dusun Jepang, Desa/Kecamatan Margomulyo.
Hal ini ia sampaikan karena beredarnya promosi sekaligus produksi melalui media sosial (medsos) pengusaha bukan dari Masyarakat Samin.
Menurutnya, ini bisa menimbulkan kecemburuan sesama perajin batik dan pengusaha lain mengingat hak kekayaan intelektual (HaKI) dipegang olehnya.
"Tadi (Selasa, red) saya ditanya beberapa dinas dan perajin apa yang promosi dan memproduksi selain kami itu sudah ada izinnya," ujar Bambang sapaannya.
Dia menjelaskan, sejauh ini hak memproduksi batik motif obor sewu untuk pakaian dinas harian (PDH) hanya dikantongi pihaknya. Tidak ada perjanjian dengan pengusaha atau perajin batik lainnya.
"Asal muasal sebelumnya itu waktu pertama launching PDH Adat Samin untuk dikenakan Bu Wabup (Nurul Azizah) dan bu Cantika Wahono (istri Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono) kami belum bisa buatkan karena harus kain khusus jadi minta tolong Zahida Painting untuk membuat. Maksud kami seperti itu, tapi ternyata juga dipromosikan," bebernya.
Sehingga, lanjut dia, jika diperjualbelikan seharusnya ada kesepakatan bersama. Misal ambil barang dari Masyarakat Samin kemudian dijahit dan dijual.
"Sedangkan ini diproduksi dan dijual sendiri. Menimbulkan kecemburuan yang ini boleh kok yang lain tidak," ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Hidayah Pemilik Usaha Zahida Painting membenarkan, pihaknya memproduksi motif obor sewu. Namun, yang lukis bukan batik. Pihaknya mengaku, sudah izin pihak Samin.
"Iya, kalau batik khusus di Samin saja. Kalau Zahida lukis bukan batik tapi motif obor sewu. Dan kami sudah izin pihak Samin juga," klaimnya. (yna/edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana