Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Ojek WA Mirip Asisten Pribadi

M. Yusuf Purwanto • Kamis, 9 Juni 2022 | 18:02 WIB
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)
Ilustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)

Jasa ojek online (ojol) via aplikasi WhatsApp (WA) makin menjamur. Beroperasi hingga beberapa kecamatan pinggiran. Setidaknya kemunculan ojol via WA melawan hegemoni ojol dari perusahaan seperti GoJek atau Grab. Persaingan antar ojol akhirnya semakin terbuka.


 


BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro


 

‘’PERNAH ada driver kami yang diminta mendatangi kondangan (tasyakuran), karena pelanggan tidak bisa datang,’’ tutur Bintang Destianti salah satu penanggung jawab ojek online via WA di Bojonegoro, Selasa (7/6).

‘’Pernah juga driver disuruh tanya password wifi warung kopi yang berada di sebelah kos pelanggan. Jadi driver disuruh ngopi lalu tanyakan password-nya,” ujarnya dengan senyum.

 

Baru-baru ini banyak orang menghubungi driver ojol via WA untuk beli tiket bioskop film KKN di Desa Penari. Driver ojol WA diminta antre seiring pembelian tiket film tersebut antre. Juga, ada yang diminta beli keramik satu bungkus. Belanja di pasar.

 

Cerita-cerita unik menghampiri keseharian driver ojek via WA. Betapa kehadirannya dibutuhkan bagi masyarakat yang malas keluar dan ojek ini sudah selayaknya asisten pribadi.

 

Bintang Destianti mengatakan, bahwa ojol via WA memang makin menjamur. Kehadiran ojol via WA bisa menjadi jawaban membuka lapangan pekerjaan sekaligus menumbuhkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) kuliner di Bojonegoro. Karena memang ojol via WA paling banyak melayani jasa pembelian makanan.

 

Kemudahan membuka ojol via WA ini membuat driver keluar masuk. Misalnya, menurut Desti, sapaannya, ojol via WA yang dikelolanya JOB memiliki driver sekitar 35-40 orang. “Karena driver di JOB itu keluar masuk. Kalau yang aktif ya sekitar 35-40 orang,” tutur Desti.

 

Tidak jarang driver itu kerap membuka dan bikin ojol via WA sendiri setelah mendapat pelanggan sendiri. Sehingga tidak heran ojol via WA terus bermunculan.

Perbedaan kentara antara ojol via WA dengan ojol Grab atau GoJek ialah jenis layanan jasanya. Ojol via WA bisa melayani beragam jenis jasa. Seperti baru-baru ini banyak orang pakai ojol via WA untuk beli tiket bioskop film KKN di Desa Penari. Kemudian tidak terbatas destinasi rumah makan. Sedangkan di GoJek atau Grab hanya bisa beli makanan yang sudah terdaftar di aplikasi tersebut.

 

Jadi bisa dibilang driver ojol via WA itu seperti asisten pribadi. Pelanggan kadang minta jasa-jasa yang tidak biasa dipesan di ojek WA. “Seperti driver kami diminta mendatangi kondangan (tasyakuran),” bebernya dengan senyum.

 

Terbukanya ojek WA memicu persaingan ojol via WA dari sisi ongkos kirim (ongkir). Misalnya, JOB menerapkan ongkir Rp 8.000 per trip di seputaran kota. Sistemnya setoran per driver sebanyak 20 persen dari ongkir. “Kalau ongkir Rp 8.000, berarti setorannya Rp 1.600 per trip,” jelasnya.

 

Seakan asisten pribadi seakan sudah melekat. Rerata driver ojek WA ini diminta berbelanja di pasar. Mutamimah salah satu penjual daging ayam di Pasar Kota mengatakan, hampir setiap hari ada driver ojek datang berbelanja dan beli daging ayam.

 

‘’Tapi mereka belanja sekalian ke stan lain beli sembako seperti bawang merah, bawang putih dan lainnya,’’ ujar pedagang asal Kelurahan Ledok Kulon Bojonegoro itu.

 

Toni pedagang lalapan di Kelurahan Kadipaten mengatakan, sering menggunakan ojol via WA. Biasanya pelanggannya memesan via WA pribadinya, lalu ia tawarkan agar makanan dikirim ke rumah pelanggan pakai jasa ojol via WA.

“Nanti biaya ongkos kirim (ongkir) dibebankan ke pemesan. Saya sering pakai ojol via WA yang masih baru, karena ongkirnya masih murah, Rp 5.000 per trip,” pungkasnya. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati bojonegoro #anna mu’awanah #bok #bojonegoro #Ojek WA