Blora tidak memiliki lautan dan pantai. Namun, Blora memiliki keindahan Bengawan Solo. Air bengawan mengalir dengan sahdu di tepi Desa Pojokwatu, Kecamatan Cepu, Blora.
LUKMAN HAKIM, Radar Bojonegoro
SEMILIR angin berhembus seakan “membasuh” keringat. Dedaunan pohon bambu di tepi Bengawan Solo pun bergerak. Melambai menuju air Bengawan Solo yang mengalir tenang. Perahu di tepi Bengawan Solo sudah siap mengangkut pengunjung memasuki permukiman Desa Sumberpitu, Kecamatan Cepu, Blora.
Pengunjung bisa merasakan sensasi berlayar dengan perahu wisata itu. Perahunya sudah dimodifikasi. Layaknya kapal pesiar, penumpang bisa naik dek perahu telah dipasang pengaman dan alat keselamatan lengkap.
Misbah salah satu pengelola Wisata Sumber Pitu (WSP) mengungkapkan, wisata itu didesain memberi sesasi naik perahu. Memberikan pengalaman bagi wisatawan menyusuri Bengawan Solo. Terlebih suasana saat senja tiba, eksotisme cahaya matahari mulai tenggelam akan menjadi kesan.
"Kalau sore hari pemandangannya bagus. Bisa melihat senja turun perlahan di tengah bengawan," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro Rabu (10/8).
Wisata tersebut dirintis komunitas pada 2019 lalu. Bermodalkan iauran anggota dan pemanfaatan lahan milik warga. Selain perahu juga disediakan menu kuliner. Sehingga, usai berlayar di bengawan, pengunjung bisa merasakan kuliner.
Wisatawan semakin tertarik berlayar dengan perahu ketika debit air bengawan surut. Airnya tenang. Juga bisa melihat tebing-tebing bengawan solo yang masih alami.
"Untuk merintis ini kami ajukan beberapa bantuan kepada pihak lain, karena kalau kami sendiri tidak bisa maksimal pendanaannya," paparnya.
Wisata teraebut terletak di Desa Sumberpitu. Tidak terlalu jauh dari Kantor Kecamatan Cepu. Akses jalan menuju wisata juga cukup mudah dilalui kendaraan roda empat maupun motor. (*/rij)