Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Pingsan karena Kurang Nutrisi dan Dehidrasi

M. Yusuf Purwanto • Senin, 11 Juli 2022 | 17:56 WIB
SEMPAT PINGSAN: Lutfi Nurul Fadhilah bersama Ketua Koni Bojonegoro. Sempat pingsan saat sampai di garis finis. (Istimewa For RDR.BJN)
SEMPAT PINGSAN: Lutfi Nurul Fadhilah bersama Ketua Koni Bojonegoro. Sempat pingsan saat sampai di garis finis. (Istimewa For RDR.BJN)

Lutfi Nurul Fadhilah menjadi salah satu atlet penyumbang satu medali dari 11 cabor atletik pada Porprov 2022. Pejuangan Lutfi sangat luar biasa. Bahkan hingga pingsan saat menginjakkan garis finis.



M. IRVAN RAMADHON, Radar Bojonegoro


 

’’MASIH di rumah,” ungkap Lutfi Nurul Fadhilah kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

 

 

Lutfi harus menjalani masa pemulihan setelah pulang dari Porprov 2022. Sebab ketika bertanding pingsan. Bahkan sempat mendapat perawatan di rumah sakit sebelum pulang ke Bojonegoro.

 

“Tidak ikut upacara penghormatan pemenang (UPP),” ungkap atlet half maraton itu.

 

Pada pertandingan 2 Juli lalu, Lutfi pingsan saat mencapai garis finis. Sebelum pingsan, setengah putaran terakhir pandangan mulai kabur. Keseimbangan juga mulai tidak stabil, dan kehilangan fokus.

 

“Saat itu masih posisi pertama,” jelas atlet asal Desa Sidomukti, Kecamatan Kasiman tersebut.

 

Saat pertandingan kurang lebih 150 meter dari finis, atlet 19 tahun tersebut sudah tidak bisa melihat, dan pandangan kosong. Bahkan tak mendengar apa pun, termasuk teriakan dan sorakan ketika pelari di posisi kedua menyalip.

“Sampai finis pun tidak dapat mengingatnya,” terang atlet Alumni MAN 5 Bojonegoro itu.

 

Lutfi sebenarnya tidak mengetahui ketika sampai di finis, sebab sudah hilang kesadaran. Namun sebelum pingsan tekad menyelesaikan pertandingan ada dalam pikiran. Tentu agar tidak mengecewakan orang-orang telah percaya dan mendukung.

 

“Alhamdulillah sangat bersyukur karena dapat menyelesaikan perlombaan sampai selesai meski sebelum sampai finish ada sedikit kendala,” ungkap anak pertama dari dua bersaudara itu.

 

Berdasar pemeriksaan dokter, Lutfi mengalami dehidrasi dan kekurangan nutrisi ketika bertanding. Sehingga kehilangan kesadaran.

 

“Tidak tahu lengkapnya bagaimana. Ini (dehidrasi dan kekurangan nutrisi) diberi tahu orang yang mendampingi di RS,” jelas atlet hobi menonton film tersebut.

 

Orang tua Lutfi sangat khawatir ketika mengetahui anaknya pingsan ketika bertanding. Bahkan sang nenek menangis mendengan kabar tersebut.

 

“Mereka tetap bersyukur dengan hasil yang saya berikan,” kata atlet baru pertama mengikuti porprov tersebut. (*/msu) Editor : M. Yusuf Purwanto
#porprov #Lari Marathon #bok #koni #bojonegoro #Pingsan #marathon #perak #kurang Nutrisi