Dari nama komunitasnya, orang dengan mudah menebak. Tidak ada anggotanya yang berambut cepak, apalagi gundul.
RIKA RATMA WATI, Radar Lamongan
KOMUNITAS Gondrong Lamongan memang diperuntukkan bagi mereka yang rambutnya panjang. Mereka, para laki-laki itu, berusaha menghilangkan kesan nakal atau kurang baik ketika orang mendengar nama gondrong.
Mindset orang gondrong identik dengan hal – hal negatif sudah terbangun melalui cerita-cerita yang salah di masa sebelumnya.
‘’Ini lho komunitas pecinta rambut panjang yang bisa memberikan dampak positif dari kegiatan yang dilakukan. Karena saya dan teman-teman berusaha hadir untuk memberikan manfaat sesama dengan mengutamakan sisi sosial,” ujar Lendra, ketua Komunitas Gondrong Lamongan.
Komunitas itu baru berdiri sekitar dua tahun. Namun, anggotanya kini diklaim mencapai 200 orang. Sebagian besar di antara mereka merantau di luar kota. Kumpul - kumpul dalam jumlah besar baru bisa dilakukan ketika momen lebaran.
Komunitas dengan ketahui Lendra ini bukan yang pertama. Sebelumnya, salah anggota komunitas tergabung di Komunitas Gondrong Jawa Barat. Anggota tersebut pulang ke Lamongan. Kemudahan akses media sosial membuat sebagian pemilik rambut gondrong asal Kota Soto ini bisa saling bertukar informasi. Akhirnya terbentuk Komunitas Gondrong Lamongan.
Dalam menjalankan tugasnya, Lendra dibantu koordinator di masing-masing kecamatan. ‘Alhamdulillah kita berusaha merubah pemikiran kalau gondrong ini tidak baik, kita berusaha melakukan dampak yang positif untuk lingkungan,” ujarnya.
Selain berkegiatan sosial, menurut Lendra, setiap ada pertemuan biasanya antaranggota saling bertukar pengalaman merawat rambut. Karena panjang rambutnya beda-beda. Ada yang sepinggang, bahu, dan punggung.
Ada anggota yang membiarkan rambutnya terurai dan hanya merawat dengan rutin mencuci menggunakan sampo. Tidak jarang, ada yang menggunakan vitamin bahkan ke salon untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.
Namun, banyak pengalaman dari teman-temannya, rambut diwarnai atau diluruskan justru rusak karena kebanyakan obat.
Lendra menuturkan, sebagian anggota komunitas memiliki kegemaran genre musik yang sama. Seperti musik Power Metal dan Boomerang. Sehingga, mereka semakin nyambung dan berlanjut komunikasinya.
“Sebenarnya kita juga dimarahi orang tua tapi coba dikomunikasikan, tapi memang yang membuat semakin panas omongan tetangga,” tuturnya dengan tersenyum. (rka/yan) Editor : M. Yusuf Purwanto