Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Keabadian Warisan Kerajinan sejak 25 Tahun Lalu

M. Yusuf Purwanto • Rabu, 20 April 2022 | 16:54 WIB
BERKAH KAYU JATI: Perajin akar jati di Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo. Sentra kayu jati ini sudah melegenda. Tampak pekerja memoles akar. (Dokumentasi RDR.BJN)
BERKAH KAYU JATI: Perajin akar jati di Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo. Sentra kayu jati ini sudah melegenda. Tampak pekerja memoles akar. (Dokumentasi RDR.BJN)

Kerajinan kayu jati tidak bisa terlepas dari Kecamatan Margomulyo sebagai penghasil perabot akar jati sejak 25 tahun lalu. Tepatnya di Desa Geneng menjadi sentra perajin akar jati dengan penjualan ke luar negeri.


M. IRVAN RAMADHON, Radar Bojonegoro


 

MEMASUKI Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, sentra kerajinan akar jati begitu terasa. Berbagai bentuk dan ukuran akar jati terpajang di hampir setiap rumah sepanjang Jalan Bojonegoro-Ngawi itu.

 

Selain akar jati belum diolah, terdapat pula perabot rumah dari akar jati sudah selesai. Terpajang di pinggir jalan, sehingga terlihat mencolok dari jalan raya. Perabot mulai dari meja, kursi, hingga patung dari susunan akar jati.

 

“Ngengg, ngeengg,” suara mesin gerinda kayu terdengar hampir di setiap rumah. Saling bersautan seakan membentuk irama yang menemani siang di desa tersebut.

 

Jawa Pos Radar Bojonegoro mendatangi sentra kayu jati pada 13 April lalu. Disambut dengan tumpukan meja berbahan akar jati ketika berkunjung ke salah satu rumah. Puluhan bahkan ratusan terpanjang di depan hingga samping rumah tersebut.

 

Masuk hingga ke belakang rumah terdapat tiga pekerja sedang mengolah akar jati. Salah satu pekerja mencuci akar yang sudah selesai diolah sebagai kaki kursi. Dua pekerja lainnya fokus memainkan gerinda dudukan kursi.

 

Agus salah satu perajin akar jati mengatakan, Desa Geneng mulai menjadi sentra pengrajin akar jati sejak 25 tahun lalu. Awalnya hanya terdapat satu perajin, namun seiring berjalannya waktu semakin banyak. “Saya baru 15 tahun menekuni pekerjaan sebagai perajin kayu jati,” ungkapnya.

 

Bendahara Paguyuban Pengarjin Akar Jati tersebut menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 130 perajin kayu jati. Terdiri dari perajin di Desa Geneng, Desa Margomulyo dan Desa/Kecamatan Ngraho. “Lebih banyak perajin dari Desa Geneng,” ujarnya.

 

Agus menjelaskan beberapa pengrajin akar jati berskala besar memiliki sekitar dua hingga puluhan pekerja. Pekerja berasal dari wilayah desa setempat. Sehingga sentra kayu jati ini mampu menyerap banyak pekerja. Dan menjadi tumpuan hidup bagi masyarakat setempat.

 

Perajin mengolah akar jati menjadi berbagai perabot rumah tangga. Seperti meja, kursi, piring wadah buah, hingga dipan wadah kasur. Setiap perajin memiliki spesialis masing-masing. Hanya membuat satu hingga dua jenis perabot. Sehingga hanya menyediakan bahan-bahan sesuai perabot dibuat. “Di sini membuat meja dan kursi,” jelasnya. (*/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto
#bupati bojonegoro #anna mu’awanah #bok #bojonegoro #Perajin Akar Jati