BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Pendakian Gunung Pandan menjadi buah bibir dalam beberapa minggu terakhir. Banyak pendaki pemula mencoba. Namun, sayangnya belum ada pengelola termasuk pihak desa.
‘’Iya (pendakian Gunung Pandan) ini lagi viral di Tiktok,’’ kata Kepala Desa (Kades) Klino, Kecamatan Sekar Dwi Nurjayanti kemarin (13/1).
Dwi menyampaikan, meski banyak yang mulai mendaki dan berkunjung, pendakian Gunung Pandan belum ada yang mengelola. Pemdes juga belum ada rencana ke sana (pengelolaan). ‘’Belum ada rencana mengelola,’’ ungkapnya.
Camat Sekar Alit Saksama Purnayoga menambahkan, mengikuti perkembangan media sosial (medsos) saat ini banyak masyarakat mulai hiking (mendaki) di Gunung Pandan.
Namun, terkait pengelolaan, pihak kecamatan tidak bisa bertindak sendiri karena kawasan tersebut masuk dalam wilayah perhutani. Juga, masuk dalam tiga kabupaten meliputi Bojonegoro, Nganjuk, dan Madiun.
Menurutnya, yang bisa dilakukan bekerja sama dengan asisten perhutani (asper) wilayah Balai Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Deling untuk memastikan perencanaan di desa atau unsur terkait tetap menjaga dan merawat ekosistem serta kelestarian gunung dengan puncak 897 meter di atas permukaan air laut (MDPL).
‘’Sudah ada beberapa kegiatan perencanaan dilakukan. Misal bersama Universitas Brawijaya menyusun master plan Desa Klino (bagian dari perencanaan),’’ imbuh Alit sapaan akrabnya.
Kemudian, lanjut dia, juga bekerja sama dengan Ademos dan Bojonegoro Institute (BI) dalam diskusi dan sosialisasi masyarakat dan tokoh setenpat dalam menjaga kelestarian. Kongkritnya seperti sedekah bumi yang rutin dilaksanakan di puncak Gunung Pandan. ‘’Untuk spesifik (perencanaan) wisata pendakian masih belum,’’ jelasnya.
Kasi Rehabilitasi Lahan dan Pemberdayaan Masyarakat Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Bojonegoro Sonny Hartanto Kandar menyampaikan, jika terdapat potensi wisata di kawasan hutan bisa dimanfaatkan.
Mekanismenya bekerja sama dengan perhutani. Tidak harus pihak desa atau kecamatan, perseorangan maupun kelompok bisa mengajukan. Prosedurnya tetap bagi hasil. ‘’Banyak lokasi wisata dikerjasamakan dengan perseorangan atau kelompok. Untuk Gunung Pandan masuk di KPH Bojonegoro,’’ terang Sonny. (yna/msu)
Editor : Hakam Alghivari