RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kebakaran di SMKN 1 Baureno mengegerkan masyarakat sekitar pada Senin (13/7) sore. Kebakaran gudang tersebut berlangsung sekitar pukul 17.20.
Kerugian dari kebakaran itu sekitar Rp 5 juta terdiri dari bangunan gudang berukuran 5 x 8 meter (M) beserta isinya.
Pasca kebakaran yang disebabkan korsleting listrik tersebut, kegiatan belajar mengajar (KBM) SMK berada di Desa/Kacematan Baureno tersebut tetap berlangsung normal kemarin (14/7).
Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bojonegoro-Tuban Unsa Hudiana mengatakan, berdasarkan laporan dari pihak SMKN 1 Baureno, kejadian pertama kali diketahui oleh warga sekolah. Setelah melihat kepulan asap disertai kobaran api yang berasal dari tumpukan sampah di lokasi.
Berdasarkan pengamatan awal, kebakaran menghanguskan tumpukan sampah di lokasi. Juga tidak ada korban jiwa maupun luka dari kejadian tersebut.
Unsa menjelaskan, pihak SMK juga melaporkan kegiatan pembelajaran tetap berlangsung dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan warga sekolah. Selain itu, sekolah melakukan koordinasi dengan Dinas Damkarmat maupun instansi terkait.
Juga melakukan pembersihan area pasca kebakaran, melakukan evaluasi di lingkungan sekolah hingga meningkatkan upaya pencegahan kebakaran melalui pengawasn dan penyediaan sarana penanggulangan kebakaran.
‘’Itu informasi yang diterima cabdindik dari SMKN 1 Baureno,” jelasnya.
Baca Juga: Dindamkarmat Bojonegoro Ingatkan Masyarakat Waspada Potensi Kebakaran di Momen Lebaran
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro Siswoyo mengatakan, kebakaran gudang terjadi di SMKN 1 Baureno diperkirakan terjadi pukul 17.20.
Kemudian Pos Baureno menerima laporan pukul 17.34 dari guru bernama Agus Dwi Faisal.
Petugas berangkat ke tempat kejadian musibah (TKM) pukul 17.36 dan sampai pukul 17.43. Lalu melaksanakan pengecekan dan memastikan api sudah benar-benar padam sampai pukul 18.15.
‘’Tujuh personel, satu unit truk pemadam pos Baureno dan satu unit firedom 16 pos Sumberejo dikerahkan ke lokasi,” ungkapnya.
Siswoyo menjelaskan kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Sementara dampak kebakaran meliputi bangunan gudang barang bekas ukuran 5 x 8 m beserta isinya. Total kerugian sekitar Rp 5 juta.
‘’ Material atu aset terselamatkan berupa bangunan kelas beserta isinya senilai kurang lebih Rp 1 M,” jelasnya. (irv/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah