RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sebanyak sembilan desa tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Bojonegoro mulai mengalami kekeringan,
badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat memberikan solusi jangka pendek, yakni bantuan air bersih.
Butuh solusi jangka panjang, karena kondisi ini setiap tahun terjadi, terutama saat musim kemarau.
‘’Total pengiriman 13 tangki,” kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi.
Heru mengatakan, sudah terdapat desa yang mengalami kekeringan. Juga meminta bantuan pengiriman air bersih. Terdapat sembilan desa yang meminta bantuan air bersih.
Baca Juga: Kekeringan Mengintai Bojonegoro, Dropping Air Dianggarkan Rp 529 Juta
Meliputi Desa Deru dan Wotan di Kecamatan Sumberrejo; Desa Sumberejokidul di Kecamatan Sukosewu, Desa Sugihwaras dan Luwihaji di Kecamatan Ngraho; Desa Ngalmpin di Kecamatan Ngambon; dan Desa Papringan di Kecamatan Temayang, hingga Desa Meduri di Kecamatan Margomulyo.
Heru mengimbau masyarakat melakukan manajemen air bersih dalam menghadapi musim kemarau.
Mulai dari menghemat air dengan menggunakan air bersih secara efektif untuk kebutuhan utama. Kemudian melindungi kualitas air bagu dan merawat sumber air di sekitar tempat tinggal.
‘’ Manfaatkan bak penampungan untuk mencukupi cadangan air harian,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya meminta masyarakat melakukan pencegahan kebakaran lahan dan permukiman selama musim kemarau.
Tentu dengan tidak membakar sampah, sisa tanaman, atau rumput kering di pekarangan terbuka.
Lalu menghindari membuang puntung rokok yang masih menyala secara sembarangan. Juga periksa instalasi listrik rumah secara berkala untuk menghindari korsleting akibat suhu panas.
‘’Petani kawasan hutan dilarang keras membuka atau membersihkan lahan dengan metode pembakaran,” tegasnya. (irv/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko