RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sebanyak 147 dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Bojonegoro dipastikan tidak beroperasi, selama libur sekolah kenaikan kelas, mulai 22 Juni hingga 13 Juli mendatang.
Penyetopan penyaluran MBG sesuai Surat Edaran (SE) Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional SPPG saat periode hari libur dalam rangka penyelenggaraan program MBG pada Tahun Anggaran (TA) 2026.
Bertepatan dengan tidak ada aktivitas di SPPG, ribuan massa dari relawan makan bergizi gratis (MBG) turun jalan dan berorasi di depan kantor DPRD Bojonegoro kemarin (22/6)
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Bojonegoro Tommy Mandala Putra mengungkapkan, selama tiga pekan ke depan, dapur SPPG tutup sementara karena libur sekolah.
Baca Juga: Izin 42 Dari Total 147 Dapur SPPG Bojonegoro Belum Lengkap, Disdik Akui Tak Diajak Koordinasi
Pendistribusian akan dihentikan, baik untuk siswa, ibu hamil, maupun ibu menyusui. "Libur, selama tiga pekan ke depan," ungkap Tommy, Senin (22/6) siang.
Tommy menjelaskan, usai libur sekolah nanti, seluruh dapur SPPG akan kembali beroperasional. Selama tiga pekan kedepan ini, seluruh mitra SPPG juga diminta untuk memanfaatkan waktu tersebut, untuk memperbaiki dan melengkapi seluruh tata kelola sesuai ketentuan yang berlaku.
"147 SPPG akan buka kembali setelah libur sekolah selesai. Baik yang sebelumnya di suspend maupun tidak," jelas Tommy.
Ribuan massa mengatasnamakan Paguyuban Relawan Makan Bergizi Gratis (MBG) Bojonegoro menggelar unjuk rasa di depan gedung DPRD menuntut agar program dilanjutkan.
Ratusan banner dan poster berisi dukungan terhadap program serta Presiden Prabowo Subianto, juga mengerahkan beberapa truk dan mobil pikap mengangkut dan membunyikan sound horeg. Bak pawai di area Jalan Veteran Desa Sukorejo, Kecamatan Kota ke selatan.
Massa aksi menuntut MBG tetap berlanjut. Mereka mengklaim, program tersebut bermanfaat bagi banyak pihak. "MBG harus tetap dilanjutkan. Jangan dihentikan," tegas Korlap Aksi Heli Supangat.
Kholil salah satu mitra menambahkan, pihaknya mendukung program MBG bahkan sampai kiamat kurang sehari. Karena kerjanya di SPPG bukan untuk memperkaya diri.
"Kami hanya ingin bisa mencukupi kehidupan sehari-hari. Mohon Pak Prabowo meneruskan program ini," katanya.
Baca Juga: BGN Hentikan Operasional 12 SPPG Kabupaten Bojonegoro, Disebabkan Belum Memiliki IPAL
Dwi Wulandari salah satu relawan SPPG dari Kecamatan Ngraho menambahkan, seluruh SPPG mendukung MBG dilanjutkan. Sebab, menjadi sumber rezeki.
"Dengan adanya SPPG ini saya bisa mempunyai penghasilan tetap sehingga ekonomi keluarga stabil. Ada yang bisa dibuat jaga-jaga dan bisa bayar angsuran mekar setiap minggu," ucap dia.
Sejumlah anggota DPRD dari Fraksi Golkar dan Gerindra turun menemui massa, meliputi Mitroatin, Anis Mustafa, Sahudi, Sudiyono, hingga Hendrik Arfianto.
Mitroatin mengatakan, menerima aspirasi massa aksi. Yakni, MBG bermanfaat banyak dan tak boleh dihentikan. "Kami akan memfasilitasi aspirasi ini sampai ke pusat," ujar kader Golkar yang menjabat Wakil Ketua III DPRD Bojonegoro itu.
Mendengar komitmen anggota DPRD itu, massa aksi merayakan euforia. Sound horeg dibunyikan menggelegar bergantian. Titik masuk dan keluar dari arah selatan sekitar Terminal Rajekwesi. Massa aksi pun berjoget ria. (yna/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko