Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Pemkab Bojonegoro Pertimbangkan Bansos Keluarga Miskin Terancam Dicabut Jika Anaknya Tidak Sekolah

M. Irvan Romadhon • Jumat, 29 Mei 2026 | 07:00 WIB
ANAK MENGEMIS: Anak mengemis di Alun-Alun Bojonegoro, terdapat 5.202 anak tidak sekolah di Bojonegoro. (HAKAM ALGHIFARI/RADAR BOJONEGORO)
ANAK MENGEMIS: Anak mengemis di Alun-Alun Bojonegoro, terdapat 5.202 anak tidak sekolah di Bojonegoro. (HAKAM ALGHIFARI/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Anak tidak sekolah (ATS) menjadi perhatian serius Pemkab Bojonegoro. Jumlah ATS mencapai 5.202 anak per kemarin (28/5). Jumlah tersebut Kota Ledre masuk di peringkat ke 22 kota/kabupaten di Jawa Timur dengan ATS tertinggi.

Pemkab mulai merumuskan beberapa kebijakan yang bertujuan untuk memercepat penanganan ATS. Salah satunya sedang mengkaji dan menimbang keluarga pra sejahtera ATS tak bisa menerima Bansos.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, ATS menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama. Pemkab masih menimbang untuk kategori keluarga pra sejahtera yang memiliki ATS tidak bisa menerima bansos.

‘’Masih kami kaji,” ungkapnya.

Bupati mengaku kebijakan tersebut masih dalam kaijan. Juga pemkab masih naik-turun dalam membuat regulasinya tersebut. Tentu keputusan ada di pimpinan daerah.

Baca Juga: Inspira Risbo, Organisasi Akademisi dan Periset Dorong Bojonegoro Zero ATS: Beri Sumbangsih 100 Ide Pendidikan ke Pemkab

Menurut Bupati keluarga pra sejahtera yang memiliki ATS takut tidak menerima bantuan. Bukan takut tidak sekolah. Sehingga ketika keluarga pra sejahtera tersebut tidak bisa menerima bantuan, melalui kebijakan itu bisa mau bersekolah.

Bupati menjelaskan, bantuan sosial (bansos) terbesar ada di Kecamatan Tambaktejo. Baik desil 1 maupun desil 2. Tentu sesuai dengan data ATS tertinggi di wilayah tersebut dengan 417 anak.

Bupati meminta masukan dari berbagai pihak. Termasuk akademisi untuk memberikan gagasan dalam mengatasi ATS.

‘’Bagaimana caranya kami mengatasi ATS?” jelasnya. (irv/msu)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bansos keluarga miskin #anak tidak sekolah #ATS #Setyo Wahono #Bansos