RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Proses pendataan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Kabupaten Bojonegoro mencapai tahap akhir. Hingga pertengahan bulan ini masih menyisakan empat kecamatan.
Bupati Setyo Wahono menekankan pentingnya objektivitas dalam proses pendataan. Ia mengingatkan seluruh petugas, mulai dari perangkat desa hingga pendamping, agar menjaga integritas dalam bekerja.
“Saya berpesan pada para camat agar pendataan DTSEN yang dilakukan perangkat, pencacah maupun PKH harus objektif. Tetap jaga integritas,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya komunikasi dalam proses pendataan agar berjalan lancar dan minim kendala di lapangan.
Baca Juga: Verval Lapangan DTSEN Bojonegoro Molor, Target Selesai Minggu Ini
“Jaga komunikasi yang baik dengan masyarakat, internal maupun eksternal. Tetap profesional karena target kita jelas untuk menjawab keresahan masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, akurasi data menjadi faktor kunci dalam menentukan arah kebijakan, khususnya program sosial dan ekonomi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyebut proses pendataan saat ini hampir rampung. Namun, masih terdapat sejumlah wilayah yang belum selesai sepenuhnya.
“Sesuai laporan, pendataan DTSEN sudah 99 persen. Masih ada empat kecamatan yang berproses, yakni Kedungadem, Kepohbaru, Tambakrejo, dan Baureno,” paparnya.
DTSEN menjadi basis data nasional yang digunakan pemerintah dalam merancang program berbasis kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, validitas data dinilai menentukan ketepatan sasaran program sekaligus efektivitas kebijakan yang dijalankan di daerah. (kam/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana