Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Verval Lapangan DTSEN Bojonegoro Molor, Target Selesai Minggu Ini

M
Penulis: M. Irvan Romadhon❯
Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro.
Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bojonegoro.

Advertisement

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pelaksanaan verifikasi dan validasi (verval) lapangan data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) sudah selesai 100 persen. Namun, molor dari target selesai 31 Maret lalu.

Verval yang molor disebabkan masyarakat yang enggan jujur ketika disensus. Selain itu, perlu kehati-hatian dalam pendataan agar data diperoleh valid.

Advertisement

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto mengatakan, verval DTSEN sudah hampir selesai atau 100 persen. Verval tersebut ditergetkan selesai minggu ini.

‘’Minggu ini selesai,” ujarnya.

Terkiat penyebab verval molor, Antok menjelaskan, semuanya perlu ketelitian terkait data. Terlebih ketika tergesa-gesa dikhawatirkan tidak valid. Selain itu, kendala umum bagi petugas pendata biasanya terkait kejujuran masyarakat.

‘’Tepatnya untuk mengungkapkan kepemilikan harta saat disensus,” jelasnya.

Antok mengaku setelah verval lapangan selesai bakal data bakal dievaluasi oleh badan pusat statistik (BPS) Bojonegoro. Kemudian ketika evaluasi selesai dilakukan pengolahan oleh BPS.

‘’Evaluasi hasil verval oleh tim BPS, sebelum diolah,” ungkapnya.

Pengolahan data oleh BPS diperkirakan berlangsung dalam waktu tiga bulan. Sehingga pada Juli atau Agustus mendatang DTSEN baru bisa diakses. (irv/msu)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Temukan Data Janggal, Pemkab Bojonegoro Turun ke Lapangan Cek Ulang DTSEN

Temukan Data Janggal, Pemkab Bojonegoro Turun ke Lapangan Cek Ulang DTSEN

Pemerintah kabupaten (pemkab) Bojonegoro mulai hari ini (11/5) hingga 25 Mei mendatang melakukan ground check (verifikasi lapangan) ulang data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). Ground check digelar menyusul ditemu

2.794 Anak di Bojonegoro Masih Berstatus ATS

2.794 Anak di Bojonegoro Masih Berstatus ATS

Penurunan jumlah anak tidak sekolah (ATS) di Bojonegoro dari 5.610 menjadi 2.794 anak patut diapresiasi. Namun, capaian tersebut tidak boleh berhenti pada penurunan angka administratif.

Harga Beras di Bojonegoro Masih Mahal, Tembus Rp 16.000 Per Kilogram

Harga Beras di Bojonegoro Masih Mahal, Tembus Rp 16.000 Per Kilogram

Predikat Bojonegoro sebagai daerah penghasil padi terbesar nomor satu di Jawa Timur belum sepenuhnya menjamin harga beras di pasaran tetap terjangkau. Harga beras di tingkat toko justru mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 16 ribu per kilo

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer