RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kondisi Jalan Nasional Bojonegoro–Babat menjadi perhatian warga karena kerap terjadi kecelakaan di ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat tersebut. Menanggapi kondisi itu, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali melalui PPK 4.6 bergerak cepat melakukan penanganan.
“Kami melakukan kegiatan patching (perbaikan) menggunakan campuran aspal panas AC-WC,” ujar PPK 4.6 BBPJN Jawa Timur–Bali, Rizali Rahmanto.
Penanganan dengan metode tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi jalan agar lebih baik dan tahan lama, sehingga aspal tidak mudah mengelupas saat hujan.
Rizali menjelaskan bahwa kondisi Jalan Nasional Bojonegoro–Babat memang mengalami banyak kerusakan berupa lubang. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya volume kendaraan yang cukup padat serta banyak kendaraan yang melintas dengan muatan melebihi kapasitas.
“Over dimension over load atau ODOL,” tuturnya.
Selain itu, faktor cuaca juga berpengaruh. Hujan yang terus-menerus mengguyur wilayah Bojonegoro menyebabkan aspal mudah mengelupas, meskipun lubang tersebut belum lama ditambal.
Kerusakan paling parah terjadi di titik kilometer (km) 83 hingga km 86, tepatnya di kawasan Desa Sraturejo hingga perbatasan Babat, Kabupaten Lamongan.
Perbaikan ditargetkan tuntas dalam waktu tujuh hari. Setelah itu, penanganan akan dilanjutkan secara menyeluruh di ruas Jalan Nasional Bojonegoro–Babat menggunakan alat CMM.
Jalan Nasional Bojonegoro–Babat sebelumnya telah dilebarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro selama tiga tahun, yakni pada 2021–2023. Namun, kualitas aspal hasil pekerjaan tersebut dinilai kurang baik sehingga mudah mengalami kerusakan.
“Karena sebelumnya pernah diperbaiki menggunakan APBD kabupaten, kami akan mengupayakan agar dapat ditangani kembali menggunakan APBD,” ujar Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, saat meninjau lokasi jalan yang rusak. (NURKOZIM)
Editor : M. Nurkhozim