Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Lebih Cepat, Program Pembangunan Bakal Dimulai Februari

M. Nurkhozim • Senin, 5 Januari 2026 | 21:07 WIB
JADI SOROTAN: ASN sedang berada di sekitar Pendapa Malowopati dan Gedung Pemkab Bojonegoro, Bojonegoro menjadi sorotan nasional karena disebut menkeu serapan APBD lambat.
JADI SOROTAN: ASN sedang berada di sekitar Pendapa Malowopati dan Gedung Pemkab Bojonegoro, Bojonegoro menjadi sorotan nasional karena disebut menkeu serapan APBD lambat.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Penyerapan anggaran pembangunan di Kabupaten Bojonegoro tahun ini dipastikan dimulai lebih awal. Sejumlah program pembangunan diproyeksikan sudah berjalan pada Februari 2026. Kondisi ini berbeda dengan tahun sebelumnya, ketika sebagian besar proyek baru dimulai sekitar Agustus.

Kepala Bidang Jalan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Bojonegoro, Danang Khurniawan, mengatakan percepatan tersebut merupakan instruksi langsung dari pimpinan daerah.

“Sesuai perintah pimpinan, awal tahun ini kegiatan pembangunan akan segera dimulai,” ujarnya, Senin (5/1).

Danang menjelaskan, keterlambatan pelaksanaan proyek pada tahun lalu disebabkan adanya sejumlah regulasi dari pemerintah pusat yang harus disesuaikan di daerah. Akibatnya, proses pemilihan penyedia atau lelang baru dapat dilakukan sekitar Agustus.

Molornya proses lelang berdampak pada waktu pengerjaan yang semakin sempit. Alhasil, pada akhir tahun anggaran 2025, banyak pekerjaan menumpuk dalam waktu bersamaan. Situasi tersebut semakin diperparah dengan dimulainya program pembangunan desa melalui skema Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD).

“Sehingga terjadi antrean di pabrikan, terutama untuk ready mix,” jelasnya.

Sebagian besar proyek jalan, baik yang dikerjakan pemkab maupun desa, menggunakan material pabrikan seperti ready mix dan aspal. Tingginya permintaan dalam waktu bersamaan membuat antrean di pabrikan tak terhindarkan.

“Kondisi ini membuat banyak penyedia kesulitan menyelesaikan pekerjaan lebih awal karena waktunya sangat mepet,” tambah Danang.

Menurutnya, pabrikan cenderung lebih memprioritaskan pesanan dari desa. Alasannya, sistem pembayaran dari desa relatif lebih cepat dibandingkan proyek pemerintah daerah.

“Desa menerima anggaran dalam bentuk uang, sehingga bisa langsung membayar saat belanja. Berbeda dengan kami yang pencairannya dilakukan bertahap sesuai termin. Penyedia harus menunggu pencairan dulu baru bisa dibayar,” paparnya.

Untuk tahun ini, Danang memastikan proyek pengerjaan jalan akan dimulai sebelum Ramadan, khususnya pekerjaan berskala kecil dengan skema penunjukan langsung. Sementara itu, proyek yang melalui proses lelang direncanakan mulai saat Ramadan.

“Setelah Ramadan, pengerjaan sudah bisa langsung berjalan,” pungkasnya. (NURKOZIM)

 

Editor : M. Nurkhozim
#Setyo Wahono dan Nurul Azizah #DPUBMPR #pemkab bojonegoro