BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kinerja Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro patut dievaluasi. Karena, target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata tak terpenuhi.
Namun, instansi terkait mengklaim realisasi PAD 2025 lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro, hingga 30 Desember 2025 realisasi PAD sektor pariwisata mencapai Rp 1,1 miliar, dari target Rp 1,7 miliar, atau setara 66,62 persen.
Meski tak memenuhi target. Namun, capaian itu meningkat dibandingkan 2024, dengan realisasi PAD pariwisata tercatat sebesar Rp 859.377.000 dari target Rp 1.731.709.980 atau setara 49,63 persen.
Kepala Disbudpar Bojonegoro Welly Fritama melalui Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Amin Asrofin mengatakan, peningkatan ini menjadi sinyal pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata daerah.
“PAD sektor pariwisata Kabupaten Bojonegoro tahun 2025 meningkat cukup signifikan dibandingkan tahun 2024, terutama dari sisi persentase realisasi,” ujar Amin.
Ia menjelaskan, Kayangan Api menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi PAD mencapai 132,29 persen, melampaui capaian 2024 yang sebesar 88,91 persen.
Sementara itu, Dander Park mencatat realisasi 54,57 persen, meningkat dari 43,16 persen. Disusul Gedung Serbaguna dengan realisasi 83,78 persen, naik dibandingkan capaian 2024 yakni 62,53 persen.
Meski demikian, Amin mengakui masih terdapat objek wisata yang perlu dioptimalkan, seperti Pesanggrahan dan Waduk Pacal, karena realisasi PAD-nya belum maksimal.
“Beberapa objek wisata unggulan seperti Kayangan Api bahkan mampu melampaui target, sementara objek lainnya juga menunjukkan tren positif meskipun masih perlu terus didorong,” imbuhnya. (dan/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko